Komdigi Perketat Pengawasan Pelanggaran HKI di Ruang Digital
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperketat pengawasan terhadap pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di ranah digital. Langkah ini diambil seiring dengan maraknya pembajakan konten di Indonesia.
Sepanjang 20 Oktober 2024 hingga 14 Juni 2026, Komdigi menangani 9.263 kasus pelanggaran HKI.
>>> Jorge Martin Ungkap Pembatalan Kontrak Sepihak oleh Ducati
Situs web independen menjadi platform yang paling banyak ditemukan melakukan pelanggaran, dengan total 9.109 kasus.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menilai peredaran konten ilegal menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi kreatif.
"Kami melihat pola pelanggaran HKI saat ini semakin terorganisir dan masif, terutama melalui situs web ilegal yang terus bermunculan dengan domain baru," jelasnya.
Komdigi berkomitmen meningkatkan sistem pengawasan digital dan memperluas kolaborasi dengan platform digital serta pemangku kepentingan.
Alexander menambahkan, "Negara harus hadir untuk memastikan para kreator mendapatkan perlindungan yang layak atas karya mereka."
Strategi AVISI Fokus pada Aliran Dana
Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) turut mempertegas langkah kolaboratif. Sekretaris Jenderal AVISI, Elvira Lestari, menyatakan bahwa sekitar 98 persen pelanggaran HKI terkonsentrasi pada situs web.
>>> BGN Kaji Klasterisasi Dapur Makan Bergizi Gratis, Insentif Dibedakan
Strategi ke depan akan memprioritaskan pemutusan aliran dana terhadap pengelola situs pembajakan. "Ini adalah tantangan besar bagi kami.
Strategi AVISI ke depan akan berfokus pada 'Follow the Money'.
Kami bekerja sama dengan penyedia pembayaran dan pengiklan untuk memastikan situs-situs ilegal ini tidak mendapatkan pemasukan," kata Elvira.
Secara akumulatif, Komdigi telah menindak 4.550.790 konten negatif di ruang siber Indonesia selama periode yang sama.
Meski kasus HKI tidak sebesar perjudian online, proteksi terhadap HKI dipandang sebagai pilar utama mempertahankan industri kreatif.
Pemerintah bersama asosiasi industri mengimbau publik untuk mengakses produk legal sebagai bentuk apresiasi terhadap karya anak bangsa.
>>> Zlatan Ibrahimovic: Sepakbola Diciptakan Khusus untuk Lionel Messi
Elvira menambahkan, "Kami juga terus memperkuat sinergi dengan Komdigi untuk mempercepat proses takedown situs-situs tersebut sebelum mereka sempat berganti domain."
Update Terbaru
10 Tempat Sunat di Bekasi Lengkap dengan Kisaran Biaya
Jumat / 19-06-2026, 05:44 WIB
Biaya Operasional OpenAI Membengkak, Pendapatan Melonjak
Jumat / 19-06-2026, 05:44 WIB
Bank Indonesia Kucurkan Insentif Likuiditas Rp418,1 Triliun untuk Perbankan
Jumat / 19-06-2026, 05:44 WIB
Argentina vs Austria: Laga Bersejarah Perebutan Puncak Grup J Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:42 WIB
Pemilik Mobil Manfaatkan Perangkat Pelacak Pintar sebagai Cadangan
Jumat / 19-06-2026, 05:42 WIB
Kenali Kepribadian Seseorang dari Pilihan Tas dan Koper Travel
Jumat / 19-06-2026, 05:41 WIB
OJK Tetapkan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut
Jumat / 19-06-2026, 05:41 WIB
Telkom Indonesia Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 Berbasis ESG
Jumat / 19-06-2026, 05:41 WIB
Prabowo Panggil Himbara ke Istana Bahas Ekonomi Nasional
Jumat / 19-06-2026, 05:41 WIB
Kapal Tanker Mulai Lintasi Selat Hormuz Pascaperdamaian AS-Iran
Jumat / 19-06-2026, 05:40 WIB
Enam Zodiak yang Sering Menerapkan Silent Treatment
Jumat / 19-06-2026, 05:40 WIB
Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
Jumat / 19-06-2026, 05:40 WIB
Real Madrid Sepakati Kontrak Enzo Fernandez Hingga 2032
Jumat / 19-06-2026, 05:40 WIB
Hugo Broos Kritik Gaya Bermain Republik Ceko dan Atmosfer Atlanta Stadium
Jumat / 19-06-2026, 05:40 WIB






