Komdigi Gandeng Danantara Bangun Ekosistem Energi Hijau Pusat Data AI
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan (AI) nasional.
Langkah ini difokuskan pada penyediaan energi hijau bagi pusat data yang mendukung operasional AI.
>>> Microsoft Jual Model AI ke Perusahaan China di Tengah Ketegangan AS
Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru (AIKITA) Komdigi, Aju Widyasari, menekankan pentingnya infrastruktur berbasis GPU yang didukung pasokan listrik besar dan berkelanjutan.
"Untuk masuk menjadi sovereign AI, tahap pertamanya yang bisa kita siapkan untuk mendukung infrastruktur berbasis GPU ini hadir dengan pendukung yang cukup," ujar Aju.
Danantara dinilai memiliki kapasitas strategis untuk menyalurkan pembiayaan hijau melalui skema kemitraan investasi.
Lembaga ini dapat menjembatani modal dari investor domestik dan internasional untuk sektor energi terbarukan di klaster teknologi.
"Di sini ada peran dari Danantara untuk bisa memberikan bentuk funding atau bentuk kerja sama investasi yang memberdayakan semua kapasitas investasi dalam negeri maupun luar untuk mendukung penyediaan energi hijau," kata Aju.
Sinergi antara kebijakan energi bersih dan ekspansi industri digital diharapkan menciptakan efek bola salju yang menguntungkan pelaku usaha teknologi.
>>> PT Patra Logistik Salurkan 2,5 Juta Liter BBM Per Hari di Malang Raya
Pemerintah telah menyiapkan peta jalan pengembangan energi hijau yang terstruktur.
"Kebutuhan untuk AI ini mungkin bisa mendukung kebutuhan energi hijau dan nanti arahnya bisa menjadi insentif tersendiri bagi penyedia infrastruktur berbasis AI," tambah Aju.
Pemerintah juga mematangkan konsep dana abadi kecerdasan buatan (Sovereign AI Fund) untuk mendukung ekosistem digital nasional.
Pengelolaan dana ini akan diserahkan kepada Danantara dengan pola pembiayaan campuran antara anggaran negara dan korporasi swasta.
Penghimpunan Sovereign AI Fund ditargetkan mulai berjalan pada periode 2027 hingga 2029.
>>> Perpres Perlindungan Pekerja Transportasi Online Belum Bisa Diakses Publik
Alokasi dana akan difokuskan pada superkomputer, pusat data ramah lingkungan, layanan komputasi awan, dan akselerasi talenta digital lokal.
Update Terbaru
Lenovo Pasarkan TWS Open Ear TA410 Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp150 Ribu
Kamis / 18-06-2026, 13:08 WIB
Sutradara Yang Long Garap Serial Sejarah Ashes to Crown, Tayang Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 13:08 WIB
Aparat Gabungan TNI-Polri Kawal Eksekusi Lahan Hotel Sultan di Jakarta Pusat
Kamis / 18-06-2026, 13:08 WIB
Pasar Tenaga Kerja Global Berubah, Profesi Bergaji Tinggi Rentan PHK
Kamis / 18-06-2026, 13:08 WIB
Ilmuwan Temukan Sinyal Aneh Matahari Sebelum Suar Surya Kelas X9
Kamis / 18-06-2026, 13:05 WIB
IHSG Ambles Lebih 1 Persen Menjelang Pengumuman RDG Bank Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 13:05 WIB
Jet Pribadi Jatuh di Texas Tewaskan CEO Capital Factory Joshua Baer
Kamis / 18-06-2026, 13:04 WIB
Indonesia Dorong Integrasi Ekonomi ASEAN-Rusia di KTT Kazan
Kamis / 18-06-2026, 13:04 WIB
BNPB: Sulteng Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Magnitudo 6,7
Kamis / 18-06-2026, 13:04 WIB
VENTENY Angkat Wakil Dirut dan CTO Baru dalam RUPST 2026
Kamis / 18-06-2026, 13:04 WIB
OnePlus 16 Dikabarkan Miliki Refresh Rate 185Hz dan Bezel Super Tipis
Kamis / 18-06-2026, 13:04 WIB
Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Kamis / 18-06-2026, 13:04 WIB
Menkum Serahkan Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat
Kamis / 18-06-2026, 13:00 WIB
Aryaduta Menteng dan Suites Semanggi Jadi Official Hotel Partner BTN Jakim 2026
Kamis / 18-06-2026, 13:00 WIB






