Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengevaluasi pelaksanaan program Magang Nasional batch III. Pasalnya, jumlah peserta masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa sebaran peserta magang pada angkatan pertama hingga ketiga masih didominasi oleh lulusan perguruan tinggi yang memilih lokasi di Jakarta.

in1

>>> Pelita Jaya Fokus Hadapi Bogor Hornbills di Final IBL 2026

Hal ini dipicu oleh keinginan mendapatkan pengalaman di Ibu Kota atau pertimbangan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Pemerintah menjadikan ketimpangan wilayah penempatan ini sebagai tantangan krusial. Ke depannya, pendistribusian peserta akan dilakukan berbasis wilayah atau provinsi jika peminat program terus melonjak.

Distribusi Berbasis Wilayah

Yassierli menyatakan bahwa jika peminat banyak, basis distribusi akan disesuaikan untuk masing-masing wilayah atau provinsi.

Meskipun rekrutmen awalnya bergantung pada informasi lowongan dari korporasi, Kemnaker tidak menjamin setiap perusahaan pembuka lowongan akan langsung mendapatkan peserta magang.

>>> Kementerian ESDM Pastikan Harga Pertamax Bisa Turun Kembali

Hal ini dilakukan untuk menjaga proporsionalitas sebaran nasional berdasarkan data lulusan perguruan tinggi di tiap provinsi. Perusahaan juga akan melalui proses seleksi oleh calon peserta magang.

Program penyiapan kerja gelombang pertama dari batch I hingga III telah menyerap 102.000 lulusan perguruan tinggi. Peserta mendapatkan kompensasi uang saku sesuai UMP wilayah kerja masing-masing.

Pemerintah memproyeksikan pembukaan 150.000 lowongan Magang Nasional baru dengan skema pendanaan uang saku yang sepenuhnya ditanggung oleh anggaran negara.

>>> Polsek Pinggir Sita 4,22 Gram Sabu dari Jaringan Pengedar Siak

Yassierli menegaskan bahwa tidak ada skema sharing, melainkan 100 persen ditanggung pemerintah.