Melihat volatilitas yang tinggi, pengamat pasar keuangan terus memantau proyeksi pergerakan mata uang untuk jangka pendek maupun panjang.

Rilis data Trading Economics memuat prediksi harga dollar kuartal ini yang diperkirakan akan berada di angka 17.766,57 pada akhir kuartal berjalan.

Meskipun tekanan eksternal masih membayangi, model makroekonomi memproyeksikan adanya potensi pemulihan nilai tukar secara bertahap.

Dalam jangka panjang, nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal menyentuh angka 17.517,65 per dolar AS dalam waktu 12 bulan ke depan.

Langkah intervensi Bank Indonesia di pasar domestik non-delivery forward (DNDF) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

>>> Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin untuk Haul Akbar Ulama Betawi di Monas

Upaya menjaga pasokan valas di pasar domestik menjadi kunci utama dalam meredam gejolak nilai tukar mata uang rupiah ke depan.