Polda Metro Jaya menyebut jumlah korban penipuan travel umrah Hanania Travel terus bertambah. Hingga kini, diduga mencapai sekitar 3.000 orang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanudin mengatakan kerugian para jamaah ditaksir mencapai Rp95,22 miliar.

>>> Film Animasi KPop Demon Hunters Tembus 52 Pekan di Puncak Netflix

Angka itu berpotensi lebih besar karena korban masih terus melapor.

Hal itu disampaikan Iman saat audiensi bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan modus bos Hanania Travel berinisial ASF (30) adalah promosi besar-besaran di media sosial.

>>> Dishub DKI Sediakan 8 Kantong Parkir untuk Haul Akbar Ulama Betawi 2026

Promosi itu melibatkan para influencer dan selebriti untuk menarik minat jamaah. Mereka kini diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Dana pembayaran jamaah tidak digunakan sesuai peruntukan, melainkan untuk menutupi biaya keberangkatan jamaah sebelumnya, gaji, dan operasional. Akibatnya, Hanania Travel menerapkan skema "gali lubang tutup lubang".

Pihak travel beralasan pembatalan keberangkatan karena force majeure akibat ketegangan di Timur Tengah. Namun, polisi menyebut pembatalan sudah terjadi sejak 2023.

>>> Nabi Muhammad SAW Teladan Utama Membangun Keluarga Harmonis

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus dan menerapkan Pasal 486 serta 492 KUHPidana. Polisi membuka layanan pengaduan bagi korban yang belum melapor.