Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung di Evian, Prancis, berakhir pada Rabu tanpa mengeluarkan komunike akhir.

Ini merupakan tahun kedua berturut-turut kelompok tujuh kekuatan Barat tersebut gagal mengadopsi komunike final. Sebelumnya, KTT G7 yang dipimpin Kanada pada 2025 juga mengalami kegagalan serupa.

>>> BI Naikkan Suku Bunga Acuan BI-Rate Jadi 5,75 Persen

Selama KTT di Evian, sembilan dokumen hasil kerja yang membahas tema-tema spesifik dipublikasikan. Dokumen tersebut mencakup bidang geopolitik, ekonomi global, dan kesehatan masyarakat.

Pihak penyelenggara telah membatalkan rencana untuk mengeluarkan komunike final sejak tahap persiapan.

Mereka lebih memilih memublikasikan dokumen tematik untuk menghindari sorotan perbedaan antara Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya, demikian laporan Kyodo News mengutip sumber diplomatik.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa KTT di Evian itu "secara objektif sukses".

>>> Kementerian PU Perkuat Infrastruktur Berbasis Masyarakat dengan Anggaran Rp1,65 Triliun

Ketujuh negara telah mencapai konsensus terkait krisis di Ukraina, situasi di Timur Tengah, mineral strategis, penyeimbangan kembali makroekonomi, serta isu-isu lainnya.

Dalam konferensi pers usai KTT, Macron mengakui adanya perbedaan antara AS dan enam sekutunya, seperti terkait perubahan iklim dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, dia ingin bersikap "pragmatis" dan akan tetap melanjutkan keterlibatan dengan Washington. Hal ini agar G7 tidak berubah menjadi format "6+1," papar Macron.

>>> KPK Periksa Kepala Pusbangjak Ketenagakerjaan Kemenaker sebagai Saksi

G7 beranggotakan AS, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang. Prancis memegang jabatan kepresidenan bergilir G7 tahun ini.