Pemerintah Amerika Serikat dan Iran resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) gencatan senjata permanen di Evian-les-Bains, Prancis.

Kesepakatan ini mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir.

>>> Chery Perkenalkan Robot Humanoid Mornine dengan AI ChatGPT

Dokumen tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. MoU ini mencakup 14 poin utama yang bersifat berbasis kinerja bilateral.

"Nota kesepahaman ini bersifat berbasis kinerja, di mana Iran akan mendapatkan keuntungan hanya jika mematuhi komitmen yang telah disepakati," ungkap perwakilan pemerintah AS sebagaimana dikutip BBC internasional, Kamis (18/6/2026).

Poin Penting Kesepakatan

Melalui kesepakatan tersebut, kedua negara beserta sekutu sepakat menghentikan operasi militer segera di semua lini, termasuk Lebanon. Selain itu, Selat Hormuz akan dibuka tanpa biaya bagi kapal komersial.

>>> IHSG Anjlok 1,14 Persen ke 6.150 pada Sesi I, Tertekan Antisipasi BI dan MSCI

Pemulihan ekonomi Iran akan didukung dana minimal US$ 300 miliar dari mitra regional. Iran juga berkomitmen untuk tidak memiliki senjata nuklir dan mengelola uranium di bawah pengawasan IAEA.

Amerika Serikat dijadwalkan mencabut sanksi ekonomi secara bertahap.

Blokade laut dan pasukan militer AS akan mulai ditarik dari sekitar wilayah Iran dalam waktu 30 hari setelah kesepakatan final.

>>> DPR Soroti Rencana Pemerintah Konversi Kompor Listrik pada 2027

Kedua belah pihak berkomitmen menyelesaikan kesepakatan final dalam maksimal 60 hari. Kesepakatan ini akan menjadi fondasi menuju perdamaian permanen yang disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB.