Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan (Pusbangjak) Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Ghazmahadi sebagai saksi kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan instansi itu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis.

>>> Thierry Henry Kritik Egoisme Cristiano Ronaldo Usai Portugal Ditahan Kongo

Ghazmahadi diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Pengawasan Norma K3 Kemenaker periode 2019-2021.

Selain Ghazmahadi, KPK juga memeriksa seorang aparatur sipil negara (ASN) Kemenaker berinisial YOE dan memanggil ASN berinisial IMA sebagai saksi.

Berdasarkan catatan KPK per pukul 12.45 WIB, Ghazmahadi memenuhi panggilan dengan tiba pada pukul 09.52 WIB, sedangkan YOE pada pukul 09.38 WIB.

Sementara saksi IMA belum diketahui apakah memenuhi panggilan atau tidak.

Dalam pekan ini, KPK sempat memanggil sejumlah saksi kasus tersebut.

>>> Kredit Perbankan Mei 2026 Tumbuh 11,51 Persen, BI Optimis Target Tercapai

Pada Rabu (17/6), KPK memeriksa seorang pihak swasta berinisial MCS, serta memanggil MS selaku notaris dan HMN selaku pegawai PT Pesona Adi Cipta.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 22 Agustus 2025.

Saat itu, KPK menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kemenaker.

Para tersangka dalam kasus tersebut meliputi Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022–2025 Irvian Bobby Mahendro, Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-2025 Gerry Aditya Herwanto Putra, Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020–2025 Subhan, Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020–2025 Anitasari Kusumawati, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret–Agustus 2025 Fahrurozi, Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto, Subkoordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri, Koordinator di Kemenaker Supriadi, pihak PT KEM Indonesia Temurila, pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud, dan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan.

>>> Electronic City Raih Pendapatan Rp2,18 Triliun Sepanjang 2025

Pada 11 Desember 2025, KPK mengumumkan tiga tersangka baru, yaitu mantan Kepala Biro Humas Kemenaker Sunardi Manampiar Sinaga, mantan Sekretaris Ditjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker Chairul Fadhly Harahap, serta mantan Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker Haiyani Rumondang.