Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran kredit perbankan nasional tumbuh 11,51 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan April 2026 yang sebesar 9,89 persen secara tahunan.

>>> Electronic City Raih Pendapatan Rp2,18 Triliun Sepanjang 2025

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan capaian positif ini memperkuat keyakinan bank sentral terhadap target pertumbuhan kredit tahunan.

BI memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen.

Pendorong Pertumbuhan Kredit

Ekspansi kredit didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 21,95 persen, kredit modal kerja 8,09 persen, dan kredit konsumsi 5,89 persen.

Prospek pembiayaan juga ditopang oleh fasilitas kredit yang belum digunakan sebesar Rp 2.575,42 triliun atau 22,41 persen dari total plafon.

>>> Sistem Autopilot Tesla Dikabui dengan Kepala Boneka Plastik

Kondisi likuiditas perbankan dinilai memadai dengan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga sebesar 24,74 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,47 persen pada Mei 2026, sementara suku bunga kredit stabil di level 8,72 persen.

Ketahanan perbankan dalam memitigasi risiko global didukung rasio kecukupan modal April 2026 sebesar 23,97 persen dan rasio kredit bermasalah bruto yang rendah, yaitu 2,1 persen.

>>> Swiss Hadapi Bosnia: Ujian Pertahanan Rendah Setelah Qatar

Perry Warjiyo menambahkan bahwa BI terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi kebijakan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).