NVIDIA Rilis Kerangka Kerja XR AI untuk Perangkat Augmented Reality
NVIDIA resmi meluncurkan kerangka kerja XR AI dalam tahap public beta.
Langkah ini bertujuan menyediakan fondasi bagi pengembang untuk menghadirkan agen kecerdasan buatan multimodal ke perangkat augmented reality (AR) dan extended reality (XR).
>>> Sony Pictures Rilis Trailer Spider-Man: Brand New Day, Tom Holland Kembali
Sistem ini dirancang melampaui fungsi chatbot tradisional.
Teknologi ini diposisikan sebagai rekan kerja digital yang dapat mendukung produktivitas lintas industri dengan bekerja langsung di lingkungan nyata.
Dikutip dari Medcom, teknologi ini ditargetkan untuk berbagai sektor operasional, mulai dari kawasan pabrik, laboratorium, hingga ruang operasi rumah sakit.
Empat Pilar Komponen Utama
Pengembangan kerangka kerja XR AI didukung oleh empat pilar komponen utama.
Komponen pertama adalah Perception yang memproses sinyal dari perangkat AR/XR, seperti video, audio, sensor kedalaman, serta data pose.
Pilar kedua berupa Tools & Services yang menghubungkan sistem dengan ekosistem NVIDIA, termasuk Metropolis untuk analisis video AI dan NeMo Retriever untuk akses pengetahuan enterprise.
Komponen ketiga adalah Models yang menyokong model reasoning Nemotron, Cosmos Reason, dan foundation models lainnya.
Komponen terakhir, Runtime, menyediakan orkestrasi serta komputasi akselerasi melalui perangkat keras seperti DGX Spark, DGX Station, dan RTX PRO.
>>> Wamendagri Ribka Minta Pemda di Papua Segera Susun RAP 2026
Adopsi di Berbagai Sektor
Sejumlah sektor industri telah mulai menerapkan teknologi ini untuk efisiensi kerja.
Di bidang manufaktur, Siemens memanfaatkan XR AI untuk mempermudah teknisi melakukan troubleshooting dan mengakses informasi perawatan secara real-time.
Di bidang riset sains, AutoBio mengintegrasikan kerangka kerja ini ke dalam platform LabOS.
Integrasi tersebut membantu penelitian sel dan gene editing melalui panduan langkah demi langkah pada smart glasses.
Sektor kesehatan juga turut mengadopsi teknologi ini melalui Surreality Lab di UPMC yang menerapkannya di ruang operasi. Sistem ini menghadirkan panduan kontekstual tanpa memecah fokus dokter bedah.
Pada alur kerja desain otomotif imersif, Innoactive menggunakannya untuk menangkap konteks secara langsung.
Di bidang media dan edukasi, Atlantic Studios memanfaatkannya untuk menyajikan pengalaman eksplorasi Titanic dalam bentuk 3D interaktif berpanduan suara.
>>> Mendes: Ekspor Langsung dari Desa Tingkatkan Pendapatan 30 Persen
Kemampuan melihat, memahami, dan bertindak secara real-time membuat infrastruktur pustaka dari NVIDIA ini dapat langsung diintegrasikan oleh pengembang ke dalam alur kerja mereka.
Update Terbaru
Inklusi Keuangan Indonesia Capai 90 Persen, Literasi Masih Tertinggal
Kamis / 18-06-2026, 15:52 WIB
SPMB 2026 Resmi Gantikan PPDB, Ini Syarat dan Jalur Pendaftaran SMP Negeri
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Sulawesi Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Magnitudo 6,7
Kamis / 18-06-2026, 15:51 WIB
Tokoh Lintas Sektor Bahas Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 18 Juni 2026 dari Stasiun Palur ke Tugu
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
PLN Copot Kabel di Jalan Lauser Jaksel Imbas Kecelakaan Siswi SMAN 6
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Kisah Sukses Darwin Chandra: dari Kios Kecil Jadi 5 Titik BRILink Agen di Jayapura
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Toy Story 5 Siap Tayang Juni 2026, Hadapi Era Gawai
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Bank DBS Indonesia Fokus Garap Segmen Nasabah Affluent Lewat Wealth Management
Kamis / 18-06-2026, 15:50 WIB
Bank Indonesia: Rupiah Menguat 0,76% pada Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:49 WIB
Threads, Instagram, dan TikTok Hadirkan Fitur Kontrol Rekomendasi AI
Kamis / 18-06-2026, 15:49 WIB
Penyebab Listrik Rumah Mati Padahal Tetangga Menyala dan Cara Mengatasinya
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB
BI Dorong Pemerintah Pacu Ekspor Komoditas Global
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB
Prabowo Panggil Mentan Amran Bahas Harga TBS Sawit yang Sempat Turun
Kamis / 18-06-2026, 15:48 WIB






