Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan implementasi biodiesel atau Biosolar B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 aman digunakan untuk kendaraan bermesin diesel.

Klaim tersebut didasarkan pada serangkaian pengujian teknis yang ketat, termasuk uji laboratorium dan uji jalan di enam sektor yang berjalan sejak Desember 2025.

>>> Kemendiktisaintek Salurkan Bantuan ULD untuk Perkuat Kampus Inklusif

Hasil sementara menunjukkan performa mesin dan filter kendaraan tetap terjaga dalam kondisi baik sesuai standar pabrikan.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa uji jalan B50 diawali dari pengujian laboratorium pada awal tahun 2025.

Proses kemudian berlanjut dengan uji operasional pada mesin diesel yang dilakukan serentak di sejumlah sektor pengguna.

Fokus pengujian diterapkan pada sektor otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, hingga pembangkit listrik.

Sektor otomotif menjadi salah satu perhatian utama demi memastikan kesiapan implementasi pada kondisi operasional sehari-hari.

"Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan sudah selesai di pertengahan tahun lalu. Lalu kita memang sudah melakukan kick off dan serentak uji di 6 sektor.

Jadi otomotif, tambang, alat pertanian, kelautan, lalu pembangkit, satu lagi kereta. Nah itu serentak dilakukan mulai tanggal 9 Desember 2025," ujar Eniya melalui keterangan resminya.

Eniya menambahkan bahwa seluruh proses pengujian berlangsung secara bertahap dan terukur.

>>> Pemerintah Belum Terapkan Potongan Tarif Ojek Online Delapan Persen

Pengujian tersebut mencakup berbagai tipe kendaraan serta variasi kondisi operasional guna memastikan standar teknis, keandalan, dan keselamatan tetap terjaga.

Evaluasi Kinerja Komponen Mesin