Pasar Tenaga Kerja Global Berubah, Profesi Bergaji Tinggi Rentan PHK
Selain faktor makroekonomi, akselerasi adopsi Kecerdasan Buatan (AI) generatif menjadi katalis utama yang mengubah lanskap ini.
AI tidak lagi sekadar menggantikan pekerjaan kasar atau repetitif, melainkan sudah mulai mengikis pekerjaan para pekerja kerah putih berketerampilan tinggi.
Profesi seperti analis hukum, pembuat kode pemrograman tingkat dasar hingga menengah, analis riset pasar, hingga spesialis keuangan kini bisa direplikasi oleh sistem AI dengan biaya yang jauh lebih murah dan waktu yang lebih efisien.
Banyak perusahaan menyadari bahwa dengan mengintegrasikan AI, mereka dapat memangkas jumlah tim hingga separuhnya tanpa menurunkan produktivitas.
>>> IHSG Ambles Lebih 1 Persen Menjelang Pengumuman RDG Bank Indonesia
Hal ini menciptakan surplus tenaga kerja ahli di pasar, di mana jumlah pelamar kerja berkualifikasi tinggi jauh melampaui lowongan yang tersedia.
Kepala Eksekutif Janco, Victor Janulaitis menjelaskan alasan perusahaan menunda atau mengurangi perekrutan tenaga IT karena dunia tengah menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
"Mengapa mereka harus merekrut spesialis AI untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan?" ucap Janulaitis, dikutip dari Wall Street Journal.
Data firma konsultan Janco Associates yang mengacu pada Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan tingkat pengangguran di sektor teknologi informasi mencapai 3,8% pada April 2026, naik dibandingkan Maret 2026 sebesar 3,6%.
Sejumlah bisnis, khususnya di sektor teknologi mengatakan AI jadi salah satu alasan pengurangan pegawai terjadi. AI jadi alasan Meta mengurangi sekitar 8.000 pegawai atau 10%.
Perusahaan menjelaskan tengah berupaya merampingkan operasional dan membiayai investasi di bidang AI.
Nike juga mengurangi 2% atau 1.400 orang karyawan. Sebagian besar berasal dari departemen teknologi dengan alasan menyederhanakan operasional global.
Update Terbaru
Menekraf: Optimalisasi Aset Tak Berwujud Perkuat Otonomi Strategis RI
Kamis / 18-06-2026, 15:35 WIB
Korban Hanania: Banyak Orang Tua Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
Kamis / 18-06-2026, 15:35 WIB
TMGM Masuki Dunia Esports, Jalin Kemitraan Global dengan OG Esports
Kamis / 18-06-2026, 15:35 WIB
Kementerian ESDM Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara DMO
Kamis / 18-06-2026, 15:35 WIB
Portugal Imbang 1-1 Lawan Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:35 WIB
24 Miliar Data Sensitif Bocor di Server Elasticsearch Publik
Kamis / 18-06-2026, 15:33 WIB
PT Surveyor Indonesia Perkuat Keandalan Rantai Pasok Energi Nasional
Kamis / 18-06-2026, 15:32 WIB
Kelurahan Pulau Untung Jawa perkuat pengelolaan sampah dari sumber
Kamis / 18-06-2026, 15:32 WIB
BI Naikkan BI-Rate Jadi 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Kamis / 18-06-2026, 15:32 WIB
InJourney Kembangkan Empat Bandara pada 2026, Termasuk Minangkabau
Kamis / 18-06-2026, 15:32 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Miliki Enam Mobil Mewah Senilai Rp24 Miliar
Kamis / 18-06-2026, 15:32 WIB
Prospek Pertumbuhan CMRY Menarik di Tengah Tekanan Bahan Baku
Kamis / 18-06-2026, 15:32 WIB
Jasad Bayi Terbungkus Plastik Hitam Ditemukan di TPU Susukan Ciracas
Kamis / 18-06-2026, 15:30 WIB
PGN Kembali Hadirkan Program Bedah Dapur GasKita 2026
Kamis / 18-06-2026, 15:30 WIB






