PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tengah menjalankan restrukturisasi pada lini bisnis internasionalnya. Langkah awal dilakukan melalui peningkatan modal bersama Alfamart Retail Asia Pte.

Ltd. (ARA).

>>> Chery Uji Coba Luxeed R7 di Jakarta, Sinyal Hadirkan Merek Premium

ARA menerbitkan 49,75 juta saham baru senilai sekitar US$ 40,63 juta atau setara Rp 680 miliar.

Seluruh saham baru tersebut diambil alih oleh GWI.

Akibatnya, kepemilikan AMRT di ARA terdilusi menjadi 49% dari sebelumnya 100%. GWI kini menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 51%.

Dana dari peningkatan modal digunakan untuk membeli 10% saham Alfamart Trading Philippines, Inc. (ATP) dari GWI senilai US$ 10,53 juta.

Akuisisi ini meningkatkan kepemilikan ARA di ATP dari 35% menjadi 45%.

Selain Filipina, ARA juga mengambil alih 70,02% saham Alfamart Bangladesh Limited (ATB) dari GWI senilai 220,75 juta Taka Bangladesh.

Dengan demikian, ARA menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali operasional bisnis AMRT di Bangladesh.

>>> OJK Imbau Investor Tetap Tenang Hadapi Pengumuman MSCI

Tujuan Strategis Restrukturisasi

Corporate Secretary Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian, menjelaskan restrukturisasi ini bertujuan memperkuat permodalan untuk ekspansi internasional tanpa bergantung pada pendanaan internal dari induk usaha di Indonesia.

"Kehadiran GWI sebagai mitra strategis diharapkan memberikan dukungan pendanaan yang lebih fleksibel bagi pengembangan bisnis regional," ujar Tomin Widian.

Transaksi ini juga mengintegrasikan operasional luar negeri di bawah satu payung manajemen melalui ARA. Struktur yang lebih terpusat diharapkan membuat koordinasi bisnis di Filipina dan Bangladesh lebih efisien.

Perubahan struktur memungkinkan AMRT tetap fokus pada pasar minimarket domestik. Meski kepemilikan langsung di ARA berkurang, Alfamart tetap memiliki pengaruh signifikan terhadap bisnis internasional.

Berdasarkan laporan penilai independen, total nilai transaksi masih di bawah 20% dari total ekuitas AMRT yang mencapai Rp 19,38 triliun per akhir 2025.

Oleh karena itu, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan RUPS.

>>> Alfamart Restrukturisasi Bisnis Ritel di Filipina dan Bangladesh

Di bursa, saham AMRT ditutup menguat 2,89% ke level Rp 1.425 per saham pada perdagangan Rabu (17/6/2026).