Pemerintah berkomitmen untuk terus berdialog dengan masyarakat dalam upaya menjalankan dan meningkatkan kualitas program prioritas nasional.

Pernyataan Qodari ini menanggapi penolakan sebagian mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap kedatangan tiga pejabat negara pada sebuah acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta, Senin (15/6) malam.

"Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya.

Itu namanya semua gue, maunya dia saja," kata Qodari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono itu sempat berjalan lancar.

>>> Komisi XIII Setujui Pagu Anggaran Kemenimipas 2027 Sebesar Rp25,3 Triliun

Di tengah diskusi, datang sejumlah mahasiswa yang merangsek ke panggung dan membentangkan spanduk penolakan. Ruang diskusi kemudian menjadi bubar.