Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengapresiasi langkah para menteri dan pejabat pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung ke kampus untuk berdialog dengan mahasiswa.

Wakil Ketua Umum DPP BKPRMI Sedek Rahman Bahta mengatakan bahwa ini merupakan hal baru dalam praktik ketatanegaraan Indonesia.

>>> Bakom RI: Penurunan Harga Minyak Dunia Perkuat Ruang Fiskal Indonesia

"Saat muncul kritik publik, pejabat tidak sekadar memberikan klarifikasi lewat media, melainkan datang langsung ke kampus untuk berdialog dan mengadu data secara terbuka dengan mahasiswa," ujar Bahta dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Bahta menyatakan bahwa dialog langsung untuk menguji kebijakan berdasarkan data dan fakta merupakan momentum langka yang harus disambut baik oleh kalangan akademisi.

Tradisi baru itu dinilai sebagai bentuk keterbukaan pemerintah sekaligus kemajuan dalam praktik demokrasi di Indonesia.

BKPRMI menyayangkan jika ruang komunikasi yang konstruktif ini justru direspons dengan tindakan persekusi, intimidasi, atau penolakan sepihak.

Bahta menegaskan bahwa kampus harus tetap menjaga marwahnya sebagai ruang akademik yang sehat.

Ia mengatakan kampus sejatinya menjadi arena adu gagasan dan validasi data, bukan tempat untuk menghakimi pihak yang berbeda pandangan.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan kritik yang lahir dari lingkungan akademik harus berbasis data yang kuat, bukan sekadar penolakan tanpa dialog.

DPP BKPRMI pun mengharapkan tradisi komunikasi langsung itu terus dijaga ke depannya.

>>> Kunjungan Universiti Malaysia Terengganu di Unej Perkuat Jejaring Internasional

Pola tersebut diyakini mampu membangun demokrasi Indonesia yang lebih dewasa, partisipatif, serta berorientasi pada solusi melalui musyawarah demi kemajuan bangsa.

Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan dialog wajib dikedepankan dalam praktik negara demokrasi.