Hal ini mencerminkan perlambatan yang meluas dan semakin dalam.

Ketidakpastian panduan moneter ke depan membuat pelaku pasar obligasi menuntut premi risiko lebih tinggi. Akibatnya, penyedia KPR menaikkan suku bunga hingga tiga kali dalam satu sore.

Kepala Ekonom National Association of Realtors, Lawrence Yun, menyatakan bahwa secara teoretis tingkat lapangan kerja yang tinggi seharusnya mendorong penjualan rumah yang tinggi pula.

Namun, kenyataannya penjualan properti domestik diprediksi terus tertahan.

Para investor masih bersikap wait-and-see terhadap realisasi kebijakan pengetatan moneter lanjutan oleh Federal Reserve akhir tahun ini.

>>> Pertamina EP Papua Field Berhasil Uji Produksi Sumur SLW-F2X di Sorong

Pakar ekonomi memproyeksikan kecil kemungkinan suku bunga jangka panjang turun di bawah 6 persen dalam waktu dekat.