Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Setelah Sinyal Pengetatan The Fed
Suku bunga pinjaman kepemilikan rumah (KPR) di Amerika Serikat melonjak hingga 6,62 persen pada Rabu (17/6/2026).
Kenaikan ini terjadi setelah Federal Reserve mengumumkan proyeksi ekonomi terbaru yang mengindikasikan pengetatan moneter lebih lanjut.
>>> Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Tingkatkan Kesehatan Jantung dan Sendi
Lonjakan tersebut menghapus tren penurunan yang terjadi dalam sepekan terakhir. Pasar obligasi dan sektor perumahan langsung bereaksi dengan volatilitas tinggi.
Penyebab Lonjakan Suku Bunga KPR
Menurut laporan Bankrate dan Mortgage News Daily, kenaikan suku bunga KPR dipicu oleh proyeksi ekonomi terbaru (SEP) komite bank sentral.
Proyeksi itu memperkirakan suku bunga acuan akan naik 0,25 persen lebih tinggi pada akhir 2026.
Kondisi ini diperparah oleh inflasi tahunan AS yang mencapai 4,2 persen pada Mei 2026.
Lonjakan harga energi sebesar 23,5 persen akibat konflik regional di Iran menjadi pendorong utama inflasi.
Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen dalam rapat terbaru.
Ketua baru The Fed, Kevin Warsh, menyebut keputusan itu "unanimous and unambiguous."
Dampak pada Sektor Properti
Sektor properti merespons negatif gejolak ini.
>>> Declan Rice Cedera Saat Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia
Kombinasi biaya pinjaman yang tinggi dan harga rumah median yang mencapai rekor 429.300 dolar AS semakin mempersulit calon pembeli.
Indeks S&P CoreLogic Case-Shiller menunjukkan pertumbuhan harga rumah melambat menjadi 0,7 persen. Namun, angka penjualan rumah nasional tetap berada di bawah level normal.
Nicholas Godec dari S&P Dow Jones Indices mengatakan lebih dari separuh dari 20 pasar perumahan utama AS mencatat penurunan harga tahun-ke-tahun pada Maret.
Update Terbaru
Kronologi Percintaan Tom Holland dan Zendaya hingga Menikah
Kamis / 18-06-2026, 06:40 WIB
Kabar Duka: Pelatih Stade Brestois Eric Roy Meninggal Dunia
Kamis / 18-06-2026, 06:40 WIB
Harga Bitcoin 17 Juni 2026 Anjlok 2,02 Persen Sentuh 64.389 Dollar AS
Kamis / 18-06-2026, 06:40 WIB
Bursa Saham AS Terkoreksi Imbas Sinyal Hawkish Federal Reserve
Kamis / 18-06-2026, 06:37 WIB
Indomaret Tebar Diskon Belanja hingga 50 Persen Selama Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 06:37 WIB
Dunia Sepak Bola Berduka: Pelatih Brest Eric Roy Meninggal Dunia
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Brasil Waspadai Kekuatan Fisik Haiti di Laga Grup C Piala Dunia
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Kementerian ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Usai AS-Iran Damai
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
50 Contoh Catatan Wali Kelas Islami untuk Rapor Siswa Madrasah
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Pecatur Indonesia Chelsie Monica Kalahkan Magnus Carlsen di Hong Kong
Kamis / 18-06-2026, 06:36 WIB
Cara Cek PIP Mei 2026 Lewat HP untuk Siswa dan Orang Tua
Kamis / 18-06-2026, 06:35 WIB
Real Betis Siapkan Rencana Transfer Dani Ceballos Lewat Penjualan Giovani Lo Celso
Kamis / 18-06-2026, 06:35 WIB
Hakim Tetapkan Zapatero Tersangka Penyelundupan Perhiasan
Kamis / 18-06-2026, 06:35 WIB
Harga Emas Antam 18 Juni 2026 Bertahan di Rp 2.733.000 Per Gram
Kamis / 18-06-2026, 06:32 WIB






