"We get tired," kata Mohammad Mohebbi.

Mohebbi menganggap perlakuan yang diterima oleh negaranya merupakan sebuah bentuk ketidakadilan di turnamen resmi.

"This kind of thing I think is a little bit unfair, you know?" ucap Mohammad Mohebbi.

Dirinya berulang kali menekankan kekecewaannya di hadapan awak media di area wawancara pasca-pertandingan.

"This is not fair. … This," tutup Mohammad Mohebbi sebelum wawancara tersebut coba dihentikan oleh staf FIFA.

Infantino Beri Dukungan, AS Bela Kebijakan

Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengunjungi ruang ganti timnas Iran setelah pertandingan usai untuk memberikan dorongan moral secara langsung.

"I know what you go through, I understand," kata Gianni Infantino kepada para pemain Iran.

Infantino memuji ketangguhan mental skuad Iran yang mampu fokus bertanding di tengah berbagai tekanan politik global.

"But you are stronger than everything, and you send a strong message to the entire world," puji Gianni Infantino.

Menanggapi situasi ini, otoritas keamanan Amerika Serikat mengklaim bahwa jadwal kepulangan cepat tersebut sudah sesuai dengan prosedur operasional yang disepakati.

"The Iranian National Football Team agreed to these terms," sebut juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS kepada media The Athletic.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, dalam wawancaranya bersama CBS News menjelaskan bahwa aturan ketat ini diterapkan demi menjamin aspek keamanan selama turnamen.

"The team will be allowed to come in … the day before the match.

They’ll be asked to leave the day that the match wraps up … President [Trump] wants to make sure that we’re talking about what actually happens on the pitch.