Tim nasional sepak bola putra Iran diperintahkan untuk segera meninggalkan Amerika Serikat dan kembali ke basis latihan mereka di Tijuana, Meksiko, hanya beberapa jam setelah menyelesaikan pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di Los Angeles pada Senin malam, 15 Juni 2026 waktu setempat.

Keputusan mendadak tersebut membatalkan rencana awal tim yang seharusnya menginap di California untuk menjalani proses pemulihan fisik setelah laga sengit yang berakhir imbang dengan skor 2-2 di SoFi Stadium, Inglewood.

>>> David Alaba Tampil Starter untuk Austria Lawan Yordania di Piala Dunia 2026

Skuad asuhan Amir Ghalenoei dipaksa langsung menumpang pesawat malam itu juga untuk menempuh perjalanan sejauh 140 mil kembali ke Meksiko.

Protes Keras Pelatih dan Pemain

Masalah logistik dan pembatasan perjalanan ini memicu gelombang protes keras dari jajaran pelatih serta pemain Iran yang merasa diperlakukan tidak adil selama turnamen berlangsung.

Selain jadwal kepulangan yang dipercepat, tim juga sempat tertahan selama lima jam saat menjalani pemeriksaan keamanan dan dokumen ketika menuju Los Angeles dari Tijuana pada hari Minggu.

Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, mengecam keras kebijakan tersebut karena dianggap mengganggu kesiapan teknis anak asuhnya menjelang laga berikutnya.

"They didn’t even give us time to recover," kata Amir Ghalenoei melalui seorang penerjemah.

Amir Ghalenoei menyayangkan instruksi mendadak dari pihak penyelenggara yang memaksa seluruh anggota tim langsung menuju bandara tidak lama setelah peluit panjang berbunyi.

"After the game today, they said to us, ‘You have to leave immediately.’

It’s very important for us to have time for recovery, (but) we are asked to get on a plane and return to our camp in Tijuana, and we are really troubled by that," ujar Amir Ghalenoei.