Pelaku pasar berekspektasi penurunan harga komoditas energi dapat meredam inflasi dan mendongkrak daya beli.

Optimisme ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik AS-Iran di Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengonfirmasi kedua belah pihak sepakat menghentikan operasi militer di seluruh lini pertahanan. Penandatanganan dokumen perjanjian resmi dijadwalkan di Swiss pada Jumat pekan ini.

Trump juga menegaskan Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran energi strategis akan dibuka kembali pada Jumat, 19 Juni 2026.

Ia menyatakan jalur laut tersebut bebas biaya melampaui periode awal 60 hari yang pernah diumumkan.

Pergerakan SpaceX dan Antisipasi Risiko Inflasi

Di tengah dinamika pasar, saham SpaceX kembali mencuri perhatian. Perusahaan milik Elon Musk itu melonjak hampir 5 persen ke level US$ 201,80 per lembar saham.

Lonjakan ini memperpanjang tren reli SpaceX sejak IPO pekan lalu pada harga US$ 135 per saham.

Kapitalisasi pasar SpaceX sempat melampaui Microsoft dan Amazon pada intraday sebelum ditutup sedikit di bawah keduanya.

Chief Investment Strategist Nomura Asset Management International, Andy Goldberg, mengingatkan adanya risiko inflasi.

"Jika harga minyak turun terlalu cepat, inflasi utama melambat, tetapi konsumen memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan yang bisa memicu tekanan inflasi baru," ujarnya.

>>> Erling Haaland Jadi Starter Norwegia Lawan Irak di Piala Dunia 2026

Menurut Goldberg, Ketua The Fed Kevin Warsh kini menghadapi tantangan besar menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kontrol inflasi di tengah volatilitas pasar.