Grup Reyog Garudo Djoyo Manggolo dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo berhasil meraih penghargaan kategori 10 Besar Pelestari Budaya pada debut perdana mereka di Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026.

Kompetisi seni budaya tingkat nasional yang memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia ini digelar di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo pada 11 hingga 14 Juni 2026.

>>> Kesepakatan Damai Selat Hormuz Turunkan Harga Minyak Global

Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas perjuangan para siswa yang berhasil menembus jajaran grup terbaik dalam festival tahunan tersebut.

"Sangat lega sekali. Bangga sekali anak-anak memang luar biasa," ujar Devit.

Penghargaan diserahkan langsung pada acara penutupan festival, Senin (15/6/2026) malam, yang dihadiri berbagai pejabat kementerian dan tokoh nasional.

"Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kementerian Sosial dan jajarannya sudah mengantarkan anak-anak satu langkah lebih maju.

>>> Bahana TCW Targetkan Pertumbuhan Dana Kelolaan 5 Persen pada 2026

Semoga ini awal dari kesuksesan mereka nantinya," kata Devit.

Dalam kompetisi, grup SRT 5 Ponorogo mementaskan lakon perjalanan Prabu Klono Sewandono yang dihadang Raja Singa Barong saat hendak melamar putri Kerajaan Daha, lengkap dengan iringan gamelan khas Jawa.

Secara keseluruhan, FNRP XXXI yang menjadi bagian dari perayaan Grebeg Suro diikuti oleh 32 grup reog dari berbagai wilayah di Indonesia.

>>> Stanford Buka Pendaftaran Program Akselerasi Bisnis untuk Pengusaha Indonesia

Peringkat pertama festival diraih oleh Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo, sedangkan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia dibawa pulang oleh Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.