08/A. II.

11.13/13/06/2026.

"Telah dilaporkan penyelenggaraan rukyatul hilal pada Senin Pon 29 Dzulhijjah 1447 H/15 Juni 2026 M pada titik di seluruh Indonesia.

Semua lokasi tidak melihat hilal," demikian bunyi pengumuman dari Lembaga Falakiyah PBNU.

Pihak PBNU juga meminta seluruh jajaran pengurus wilayah dan cabang untuk aktif menyebarluaskan maklumat ini kepada warga Nahdlatul Ulama.

Di sisi lain, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menyatakan bahwa posisi hilal setinggi 0,92 hingga 4,02 derajat dan elongasi 5,64 hingga 6,98 derajat pada 15 Juni 2026 sebenarnya sudah memenuhi kriteria MABIMS untuk sebagian besar wilayah Indonesia.

>>> 13 Negara Siap Meriahkan Festival Layang-Layang di Garut

"Dengan parameter tersebut, sebagian besar wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria minimum MABIMS.

Sehingga awal Muharam 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026," kata Arsad kepada wartawan, Selasa (16/6).

Dari lingkungan birokrasi daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Nasruddin, turut mengajak masyarakat dan ASN untuk menggunakan momen perubahan tahun ini demi meningkatkan pelayanan publik dan kepedulian sosial.

"Tahun Baru Islam hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa seremonial.

Lebih dari itu, 1 Muharram menjadi momentum bagi kita untuk berhijrah dari hal-hal yang kurang baik menuju pribadi yang lebih beriman, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat," ujar Nasruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/6/2026).

Nasruddin menekankan bahwa esensi perubahan ini harus diwujudkan dalam kontribusi nyata dan menjaga nilai-nilai moderasi beragama di tengah tantangan zaman.

"Semangat hijrah adalah semangat perubahan. Perubahan menuju kondisi yang lebih baik, lebih produktif, lebih berintegritas, dan lebih bermanfaat.