Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh di bulan ini, terutama ibadah puasa sunnah.

Rasulullah SAW menyebut puasa sunnah di bulan Muharram sebagai puasa sunnah terbaik setelah puasa Ramadan. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.

>>> TVRI Siarkan Seluruh Pertandingan Piala Dunia 2026 Gratis

Puasa Sunnah yang Dianjurkan

Di antara berbagai pilihan puasa sunnah, yang paling dianjurkan adalah puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.

Puasa Asyura memiliki keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu.

Selain itu, umat Islam juga dapat menjalankan puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin Kamis, Ayyamul Bidh, atau puasa Daud selama bulan Muharram.

Niat dan Tata Cara Puasa

Niat puasa Muharram secara umum adalah "Nawaitu shaumal Muharrami lillahi ta'ala". Untuk puasa Tasu'a, niatnya "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala".

Sedangkan niat puasa Asyura adalah "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati asyura lillahi ta'ala".

>>> Aspirasi Hidup Indonesia Bagikan Dividen Rp548 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Khusus puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada malam hari atau siang hari selama belum makan dan minum.

Tata cara puasa Muharram sama dengan puasa sunnah pada umumnya.

Diawali dengan sahur yang dianjurkan karena mengandung keberkahan, kemudian menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga magrib.

Umat Islam juga dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa saat waktu magrib tiba. Hal ini sesuai dengan hadits yang menyebutkan bahwa manusia selalu dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.

Selain puasa, bulan Muharram juga menjadi momentum untuk meningkatkan amal saleh lainnya.

>>> Bukayo Saka Siap Ambil Risiko Cedera Demi Timnas Inggris

Keistimewaan bulan ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36 dan hadits riwayat Bukhari dan Muslim.