Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan meningkatkan amal ibadah, salah satunya dengan puasa sunnah.

Ada tiga puasa sunnah yang lazim dilaksanakan: puasa Zulhijah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.

>>> Batik Air Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Jakarta-Muara Bungo

Ketiganya memiliki keutamaan besar karena dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, yang merupakan hari-hari terbaik untuk beramal saleh.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi amal saleh pada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijah)."

(HR Bukhari)

Hadis lain dari Imam Ahmad juga menegaskan keagungan waktu tersebut.

Jenis dan Niat Puasa Sunnah

Puasa Zulhijah dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 7 Zulhijah. Niatnya: Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta'ala.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah. Niatnya: Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Puasa Arafah ditunaikan pada tanggal 9 Zulhijah. Niatnya: Nawaitu shauma ghadin fii yaumi 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

>>> Danantara Naikkan Nilai Obligasi Global Jadi 1,5 Miliar Dolar AS

Keutamaan puasa Arafah sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang."

(HR Muslim)

Tata cara pelaksanaan ketiga puasa ini sama dengan puasa sunnah pada umumnya.

Langkah-langkahnya meliputi membaca niat sebelum Subuh, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa, menjaga ucapan dan perbuatan, serta memperbanyak doa dan zikir.

Berbuka puasa dilakukan saat waktu Magrib tiba.

Rangkaian puasa sunnah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

>>> Insta360 Luncurkan Kamera Gimbal Luna Ultra dengan Lensa Leica dan Video 8K

Bagi jamaah haji, mayoritas ulama tidak menganjurkan puasa Arafah agar kondisi fisik tetap kuat selama wukuf.