Batik Air resmi membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Bandar Udara Muara Bungo, Jambi, pada Senin (15/6/2026).

Langkah strategis ini diambil guna memperluas jaringan konektivitas udara antarwilayah dan mempermudah aksesibilitas masyarakat.

>>> Danantara Naikkan Nilai Obligasi Global Jadi 1,5 Miliar Dolar AS

Peresmian operasional perdana ditandai dengan seremoni kedatangan dan keberangkatan pesawat di Bandara Muara Bungo.

Armada yang dikerahkan untuk melayani rute harian ini memiliki kapasitas 156 kursi.

Fasilitas Bandara Muara Bungo

Bandara Muara Bungo memiliki landas pacu sepanjang 2.100 meter dan lebar 30 meter, sehingga mampu melayani pesawat sekelas Airbus A320-200.

Terminal penumpang di bandara tersebut memiliki luas bangunan mencapai 2.974 meter persegi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menyambut positif pembukaan jalur udara langsung ini.

"Penerbangan perdana Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo merupakan momentum penting dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas udara di wilayah barat Provinsi Jambi," ujar Lukman.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Bungo memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di jalur lintas tengah Sumatera.

Wilayah ini menghubungkan pergerakan komoditas dan masyarakat menuju Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, hingga Dharmasraya di Sumatera Barat.

>>> Insta360 Luncurkan Kamera Gimbal Luna Ultra dengan Lensa Leica dan Video 8K

"Konektivitas yang semakin baik akan membuka peluang lebih besar bagi investasi, perdagangan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat," lanjut Lukman.

Kabupaten Bungo juga menyimpan potensi ekonomi dari komoditas perkebunan kelapa sawit, karet, sektor pertambangan, hingga kekayaan budaya.

Kehadiran rute langsung menuju Jakarta ini diharapkan mampu menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat di industri penerbangan domestik.