Eskalasi konflik di Timur Tengah pasca serangan Israel ke Lebanon memicu gangguan luas pada arus lalu lintas udara global.

Sejumlah maskapai internasional terpaksa mengambil rute memutar untuk menghindari zona udara berbahaya seperti Irak, Iran, Suriah, dan Israel.

>>> Pemerintah Intens Bahas Pelemahan Rupiah Bersama Otoritas Ekonomi

Langkah penyesuaian ini diambil demi keselamatan penumpang. Sementara itu, maskapai regional di kawasan Teluk dilaporkan mulai memulihkan kapasitas operasional mereka secara bertahap.

Maskapai Eropa dan Amerika Batalkan Rute

Aegean Airlines membatalkan rute Tel Aviv hingga 26 Juni.

Air France menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 14 Juni serta ke Beirut dan Dubai hingga 17 Juni.

Lufthansa Group bersama ITA Airways menjadwalkan pemulihan rute Tel Aviv paling cepat 1 Juli. Namun, mereka memperpanjang penangguhan penerbangan ke Dubai hingga 13 September 2026.

>>> Dokter Laurencia Ardi Tekankan Pentingnya Mindful Eating untuk Kesehatan

British Airways dari grup IAG menunda penerbangan ke Doha hingga 1 Agustus dan Riyadh hingga 8 Agustus.

Maskapai ini juga memangkas kapasitas ke destinasi tersebut menjadi satu penerbangan sehari saat beroperasi kembali.

Delta Air Lines menangguhkan rute Atlanta-Tel Aviv hingga 18 Desember. Royal Air Maroc membatalkan penerbangan ke Doha hingga 30 Juni.

Maskapai Asia dan Australia Ikut Menyesuaikan

Singapore Airlines memperpanjang pembekuan rute Singapura-Dubai hingga 2 Agustus. Kapasitas penerbangan dialihkan ke London Gatwick dan Melbourne hingga 24 Oktober.

>>> Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Baru MPLS 2026 untuk TK hingga SMK

Qantas menambah frekuensi terbang ke Roma dan Paris untuk mengakomodasi lonjakan permintaan penumpang tujuan Eropa yang menghindari transit di Timur Tengah.