Jumlah tersebut terdiri atas 4,45 juta ton urea, 4,5 juta ton NPK, 500 ribu ton ZA, dan sisanya pupuk organik.

Vice President Manajemen Stakeholder PT Pupuk Indonesia Susatyo Jati mengatakan, pihaknya memastikan kesiapan pasokan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami terus menjaga kapasitas dan kesehatan pabrik agar mampu memenuhi alokasi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Susatyo.

Kapasitas produksi PI saat ini mencapai 8,8 juta ton untuk urea, 4,6 juta ton NPK, serta 1,5 juta ton untuk produk lainnya.

Kapasitas ini diharapkan menjamin ketersediaan pupuk secara tepat jumlah dan waktu.

Penyaluran pupuk subsidi hingga 31 Mei 2026 berada di kisaran 4 juta ton atau setara 45,17% dari kontrak yang diperjanjikan.

Realisasi tersebut berpotensi melampaui pencapaian tahun sebelumnya.

“With capaian itu, realisasi penyaluran tahun 2026 berpotensi melampaui pencapaian tahun sebelumnya,” kata Susatyo.

Menghadapi tantangan El Nino, PI menyediakan total stok pupuk di seluruh Indonesia sebanyak 1,17 juta ton per 8 Juni 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 836 ribu ton pupuk bersubsidi dan 338 ribu ton nonsubsidi.

Stok pupuk tersebut diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 23 hari ke depan dengan rata-rata penebusan harian 37 ribu ton.

Aktivitas produksi di pabrik juga dipastikan tetap berjalan normal.

“Kami telah menyiapkan pupuk di lapangan demi membantu petani menghadapi iklim El Nino,” katanya.

Pengawasan ketersediaan pupuk turut diperluas hingga tingkat distributor dan kios pengecer resmi. Saat ini, terdapat sekitar 488 ribu ton stok pupuk yang tersebar di jaringan distribusi seluruh Indonesia.

>>> Tahun Baru 1 Suro 1960: Masyarakat Jawa Gelar Tradisi Tirakat dan Kirab Budaya

“Kami terus memonitoring agar stok pupuk tersedia saat petani butuh, terutama pada masa tanam,” ujar Susatyo.