Ada peningkatan indeks pertanaman,” ujar Dhani.

Pemerintah menyiapkan distribusi infrastruktur air dalam skala besar pada 2026.

Rencana ini mencakup pembangunan sekitar 15 ribu unit irigasi perpompaan, 3.000 unit irigasi perpipaan, serta 3.000 unit bangunan konservasi air.

Seluruh proyek fisik tersebut bakal difokuskan pada sentra produksi padi dan wilayah rawan kekeringan.

Ditjen LIP juga memetakan potensi cekungan air tanah, sumber air permukaan, sawah irigasi, hingga lahan rawan kekeringan.

“Strategi menghadapi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pendekatan antisipasi, adaptasi, dan mitigasi,” kata Dhani.

Kementan mengidentifikasi sumber air potensial seperti bendungan, sungai, mata air, dan air tanah untuk pengembangan irigasi alternatif. Dukungan infrastruktur juga telah diusulkan kepada Kementerian PU dan pemerintah daerah.

“Saat ini, kami terus menginventarisasi data dan progres usulan kegiatan peningkatan, rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan infrastruktur irigasi berbasiskan Inpres No 02 Tahun 2025 melalui aplikasi SIPURI,” tandas Dhani.

>>> Krakatau Steel Group dan Kementerian P2MI Bentuk Banten Migrant Center

Dhani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemda, dinas pertanian, balai pengelola irigasi, hingga Bappeda agar seluruh intervensi berjalan efektif.

“Kami berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat menjaga semangat petani untuk terus berproduksi.

Pemerintah akan terus hadir memastikan ketersediaan air dan dukungan infrastruktur agar produksi pangan nasional tetap terjaga,” katanya.

Jaminan Suplai Pupuk Subsidi

Manajemen PT Pupuk Indonesia (PI) menegaskan komitmen mendukung program swasembada pangan nasional melalui jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi. Pasokan dipastikan siap sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.

Alokasi pupuk subsidi untuk sektor pertanian tahun 2026 mencapai 9,5 juta ton.