Timnas Inggris memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia pada pertandingan pertama Grup L di Dallas.

Namun, kemenangan The Three Lions itu diwarnai kontroversi terkait teknik tendangan penalti yang dilakukan kapten Harry Kane.

>>> Shell Recharge dan SINEXCEL Resmikan Laboratorium Bersama untuk Percepat Teknologi Pengisian Daya EV

Momen perdebatan terjadi pada menit ke-12 saat Kane maju sebagai eksekutor penalti untuk gol pertamanya.

Penjaga gawang Kroasia, Dominik Livakovic, sempat menggagalkan sepakan pertama Kane, tetapi wasit memutuskan tendangan diulang setelah VAR menunjukkan Livakovic melangkah maju meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang.

Pada kesempatan kedua, Kane sukses menjalankan tugasnya, namun sorotan tertuju pada cara ia melakukan ancang-ancang dengan memperlambat tempo sesaat sebelum menyepak bola.

Metode ini dinilai menyulitkan kiper dan pertahanan lawan untuk membaca momentum sepakan.

Kritik dan Pembelaan

Mantan pemain Ghana, Kevin-Prince Boateng, mengkritik gerakan melangkah tersendat tersebut dan menyebutnya idealnya dilarang dalam sepak bola.

>>> BRI Jazz Gunung Series 2026 Siap Digelar, Padukan Musik, Alam, dan Budaya

Di sisi lain, Kane mengungkapkan bahwa taktik itu sengaja ia terapkan berdasarkan analisis tim video terhadap kebiasaan lawan.

"Saya melihat dari rekaman bahwa dia sering bergerak lebih cepat.

Karena itu saya mencoba melakukan sedikit gerakan untuk memancingnya keluar dari garis gawang," ujar Kane melansir The West Australian.

Sebelum turun minum, skor imbang 2-2 setelah dua gol Kane dibalas Martin Baturina dan Petar Musa.

Inggris tampil lebih menekan di babak kedua dan mengunci kemenangan berkat gol Jude Bellingham serta Marcus Rashford.

>>> OJK: Kepemilikan Saham di Bali Capai Rp7,95 Triliun pada Triwulan I 2026

Sejumlah penonton di media sosial mempertanyakan regulasi sepak bola terkini yang dinilai merugikan penjaga gawang saat menghadapi penendang dengan teknik serupa.