Mandiri Capital Indonesia Targetkan Rasio BOPO di Bawah 90 Persen
PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menargetkan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dapat ditekan secara bertahap di bawah 90 persen dalam jangka menengah.
Direktur Utama MCI, Ronald S. Simorangkir, mengungkapkan bahwa idealnya rasio BOPO bergerak menuju kisaran 80 persen ketika siklus industri kembali normal.
>>> Hasil Pertandingan Piala Dunia 2026: Inggris dan Kolombia Menang, Portugal Ditahan
Tingginya rasio BOPO pada industri modal ventura dipengaruhi oleh karakteristik bisnis penyertaan modal. Pendapatan tidak tercatat secara rutin setiap bulan.
Ronald menjelaskan bahwa pendapatan operasional perusahaan modal ventura korporasi (VCC) berasal dari realisasi investasi, dividen, dan capital gain saat divestasi yang bersifat episodik.
Sementara itu, beban operasional seperti sumber daya manusia, due diligence, monitoring portofolio, tata kelola, dan kepatuhan berjalan terus-menerus.
Kondisi ini menyebabkan rasio BOPO tampak tinggi ketika belum ada realisasi investasi, meskipun fundamental portofolio investasi masih sehat.
Faktor makro ekonomi seperti lesunya iklim investasi pada perusahaan rintisan, terbatasnya peluang exit dan IPO, serta tingginya suku bunga turut menekan valuasi dan memperpanjang periode realisasi investasi.
Pembiayaan industri modal ventura juga terkontraksi 0,87 persen secara tahunan per April 2026 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
>>> Kontroversi Penalti Harry Kane: Akali Aturan FIFA Saat Inggris Kalahkan Kroasia
Meski demikian, peluang perbaikan BOPO mulai terbuka.
Data OJK menunjukkan rasio BOPO industri modal ventura turun menjadi 97,63 persen per April 2026 dari 98,03 persen pada Maret 2026.
Ronald menekankan bahwa BOPO bukan ukuran yang ideal dibaca per bulan atau per kuartal untuk VCC. Ia melihat ruang perbaikan secara gradual pada Semester I-2026.
MCI menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga efisiensi, antara lain disiplin biaya operasional, sinergi ekosistem Grup Bank Mandiri, digitalisasi proses bisnis, dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas.
Perusahaan juga fokus pada pembangunan portofolio investasi baru, diversifikasi sumber pendapatan, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko untuk menekan potensi penurunan nilai investasi.
>>> Shell Recharge dan SINEXCEL Resmikan Laboratorium Bersama untuk Percepat Teknologi Pengisian Daya EV
Ronald menambahkan bahwa tingkat pengembalian investasi (IRR) merupakan indikator kinerja yang lebih relevan dibandingkan BOPO dalam bisnis modal ventura.
Update Terbaru
HONOR Watch 6 Resmi Meluncur dengan Layar AMOLED 1,46 Inci dan Baterai 35 Hari
Kamis / 18-06-2026, 16:21 WIB
LG Luncurkan Kulkas French Door 2026 di India, Harga Mulai Rp 22 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kasus dr Ratna Dinilai Berpotensi Jadi Preseden Pelayanan Medis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PGN Luncurkan Program Bedah Dapur GasKita 2026 untuk Pelanggan Baru
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Kejagung Periksa Sony Sonjaya dalam Kasus Makan Bergizi Gratis
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
PLN Lakukan Pemadaman Listrik Terbatas di Sejumlah Wilayah Kota Bekasi
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
Harga Minyak Dunia Turun di Bawah 80 Dolar AS, BBM di Indonesia Belum Ikut Turun
Kamis / 18-06-2026, 16:20 WIB
CEO Microsoft Peringatkan Dampak Monopoli AI bagi Industri
Kamis / 18-06-2026, 16:17 WIB
IDI Khawatirkan Kriminalisasi Dokter dalam Kasus dr Ratna
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.172 pada 18 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Samsat Hadir di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Buka Layanan Pemutihan Pajak
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Mentan: 90 Persen Perusahaan Sawit Naikkan Harga TBS Petani
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
Pakar: Kesepakatan Damai Iran-AS Beri Sentimen Positif Pasar Energi
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB
BAKTI Siap Dukung Konektivitas Digital untuk Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa di Area 3T
Kamis / 18-06-2026, 16:16 WIB






