PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pengangkutan barang sebanyak 26.486.417 ton sepanjang Januari hingga Mei 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menekan biaya logistik nasional.

>>> Promo Hypermart Mingguan 17-23 April 2026: Diskon Besar di Pulau Jawa

Volume angkutan didominasi oleh batu bara sebesar 21.563.901 ton dan petikemas sebanyak 2.428.471 ton.

Komoditas lain meliputi BBM 1.096.998 ton, semen dan klinker 977.983 ton, perkebunan 268.728 ton, retail 48.684 ton, serta komoditas lain 101.652 ton.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan layanan angkutan barang terus diperkuat karena memiliki kapasitas besar dan jadwal terukur.

Menurutnya, kereta api barang berperan penting dalam distribusi energi, bahan baku industri, material pembangunan, hingga barang konsumsi.

Manajemen KAI menegaskan pengangkutan massal ini membuat ongkos distribusi dunia usaha lebih terkendali. Anne menambahkan bahwa rantai pasok yang lancar dapat mendukung harga yang lebih stabil bagi masyarakat.

Dampak terhadap Biaya Logistik Nasional

Penurunan biaya pengiriman berdampak langsung pada daya saing.

Porsi biaya logistik Indonesia masih berada di angka 14,29 persen terhadap PDB pada 2022, dan pemerintah menargetkan turun menjadi 13,52 persen hingga 12,50 persen dalam RPJMN 2025–2029.

>>> Netflix Tayangkan The Crown, Serial Drama Keluarga Kerajaan Inggris

Berdasarkan data BPS, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun.

Setiap penurunan 1 persen poin biaya logistik setara dengan efisiensi Rp238,2 triliun, dan penurunan menuju target 13,52 persen berpotensi menghemat hingga Rp183,4 triliun per tahun.

Anne Purba menekankan bahwa logistik bukan hanya urusan industri. Ketika biaya distribusi turun, pelaku usaha lebih efisien, harga barang terjaga, dan daya beli masyarakat terdorong.

Sebagai perbandingan, biaya logistik di Amerika Latin berkisar 16–26 persen PDB, sementara negara maju sekitar 9 persen PDB.

Di Asia, India mencatat biaya logistik 7,97 persen PDB pada 2023–2024.

KAI terus melakukan optimalisasi operasional melalui peningkatan keandalan sarana, prasarana, dan kolaborasi dengan mitra logistik. Anne menegaskan investasi pada logistik berbasis rel adalah investasi untuk daya saing Indonesia.

>>> Warren Buffett Ungkap Strategi Hadapi Kejatuhan Pasar Saham

Operasional angkutan komoditas memanfaatkan berbagai jenis armada, mulai dari gerbong datar, terbuka, tertutup, hingga tangki ISO untuk komoditas cair dan gas.