PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menargetkan ekspansi besar-besaran pasca merger.

Perusahaan berencana menambah 5 juta homepass dan 1,5 juta pelanggan ritel baru di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

>>> Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia

Target tersebut disampaikan manajemen dalam Paparan Publik pada Senin (15/6/2026). Langkah ini untuk memperkuat posisi MORA sebagai penyedia fixed broadband terbesar di pasar domestik.

Integrasi pasca-merger mencakup perluasan jaringan Fiber to the Home (FTTH) ke 186 kota dan kabupaten.

Direktur Utama MORA, Timotius Max Sulaiman, menyebut periode ini sebagai momentum penting untuk memacu pertumbuhan.

"Efektifnya merger Mora Republic mendorong banyak hal yang akan menyebabkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan 2025," ujar Timotius.

Per 30 April 2026, gabungan infrastruktur MORA mencatatkan total lebih dari 12,7 juta homepass.

>>> BNI Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026 untuk Libur Lebaran

Bentangan kabel serat optik untuk backbone dan access mencapai lebih dari 166 ribu kilometer.

Merger juga mengonsolidasikan basis konsumen menjadi lebih dari 2,6 juta pelanggan ritel dan 17.000 pelanggan korporasi.

Pada segmen Fixed Wireless Access (FWA), perusahaan mengoperasikan lebih dari 200 sites di 90 kota/kabupaten, dengan target ekspansi hingga lebih dari 1.000 sites.

Selain memperluas akses last-mile, MORA mempercepat pembangunan infrastruktur backbone kelautan melalui Proyek Rising 8.

>>> Trump Umumkan Damai dengan Iran dan Gelar UFC di Gedung Putih

Proyek ini mengintegrasikan jaringan Jakarta, Batam, dan Singapura menggunakan kabel bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer dengan sistem repeater berkualitas tinggi.