Aparat kepolisian memperketat pengamanan di sekitar hotel tempat menginap Timnas Iran di Los Angeles, Amerika Serikat, menjelang pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru pada Selasa (16/6).

Petugas memasang penghalang di area penginapan serta membatasi akses kendaraan dan pejalan kaki di jalan-jalan sekitarnya. Sebuah helikopter kepolisian juga dikerahkan untuk memantau situasi dari udara.

>>> Grup G Piala Dunia 2026: Belgia vs Mesir, Duel Sengit di Laga Pembuka

Langkah pengamanan ini dilakukan setelah munculnya gelombang demonstrasi saat skuad Team Melli menggelar sesi latihan.

Persiapan Iran di Amerika Serikat diwarnai dinamika politik dan kendala imigrasi yang memicu sorotan publik internasional.

Kebijakan Pembatasan AS Picu Polemik

Sebelum mendarat di Los Angeles, Pemerintah Amerika Serikat sempat mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas dan tempat tinggal bagi skuad Iran.

Akibat larangan menetap di wilayah Negeri Paman Sam tersebut, Timnas Iran terpaksa mengalihkan markas sementara mereka ke Meksiko.

Kebijakan pembatasan tersebut memicu perdebatan hangat dari berbagai pihak.

>>> Prancis Hadapi Senegal di Laga Pembuka Grup I Piala Dunia 2026

Otoritas sepak bola Iran menilai aturan ketat yang diterapkan oleh pemerintah tuan rumah telah mencampuradukkan persoalan politik dengan olahraga.

Kendati dihadapkan pada tekanan geopolitik dan hambatan logistik, Iran di atas kertas lebih diunggulkan dibandingkan Selandia Baru.

Berdasarkan data peringkat FIFA, Iran menempati posisi kedua terbaik di Asia, sementara Selandia Baru berada di peringkat ke-85 dunia.

Catatan performa menjelang turnamen juga menunjukkan kontras tajam antara kedua tim.

>>> Belgia vs Mesir Buka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle

Iran menyapu bersih kemenangan dalam tiga laga uji coba terakhir, sedangkan Selandia Baru menelan sembilan kekalahan dari 11 pertandingan internasional terakhir mereka saat menghadapi tim di luar zona Oseania.