"Hidup boros buat apa? Beli yang tidak perlu untuk apa?

Punya aset yang tidak perlu untuk apa?" tandas Sultan.

Harga BBM Masih di Bawah Keekonomian

Founder ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai kenaikan harga jual di SPBU masih belum mencapai angka keekonomian yang ideal akibat tingginya biaya pengadaan minyak mentah dunia.

Menurutnya, harga keekonomian jika tidak disubsidi diperkirakan berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter.

Harga minyak internasional sejak April 2026 telah melonjak hingga 40 persen di atas asumsi APBN.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengatakan bahwa Pertamax RON 92 di pasar internasional sudah mencapai Rp20.000-an hingga Rp21.000 per liter.

Ia membandingkan dengan Thailand yang harga bensin setaranya sudah menembus Rp23.000 per liter.

Pertamina menyatakan penyesuaian harga terpaksa dilakukan untuk menjaga stabilitas finansial perusahaan dan menjamin pasokan energi nasional.

Tekanan pada Kelas Menengah

Kenaikan BI Rate sebesar 75 basis poin menjadi 5,5% berisiko mempercepat penyusutan jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, populasi kelas menengah menyusut dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi sekitar 47,85 juta orang pada 2024.

>>> Chatime Gelar Promo Hari Kartini 2026: Beli 1 Gratis 1 untuk Pelanggan Wanita

Berikut daftar harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026: Solar Subsidi Rp6.800 (tetap), Pertalite Rp10.000 (tetap), Pertamax RON 92 Rp16.250 (naik), Pertamax Green 95 Rp17.000 (naik), Pertamax Turbo Rp20.750 (tetap), Dexlite Rp23.000 (tetap), dan Pertamina DEX Rp24.800 (tetap).