KKP Siapkan Insentif dan Disinsentif Pengelolaan Sampah bagi Pemda
Sikap kepedulian publik menjadi kunci utama mengingat sumber utama pencemaran plastik berasal dari aktivitas konsumsi manusia sehari-hari.
"Kita harus menyadari bahwa kondisi laut sangat dipengaruhi aktivitas di darat. Sampah plastik tidak muncul dengan sendirinya di laut.
>>> Christian Pulisic Cetak Assist, Lewati Rekor Cristiano Ronaldo di Piala Dunia
Yang memproduksi sampah plastik adalah kita semua.
Karena itu, kita pula yang harus menjaganya, menguranginya, dan memastikan sampah tersebut tidak berakhir di laut," tegas Koswara.
Merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku, kewajiban penanganan limbah bertumpu penuh pada pihak penghasil buangan tersebut.
Sektor rumah tangga, akomodasi perhotelan, hingga industri restoran memikul tanggung jawab penuh atas sisa produksi yang mereka hasilkan.
Penerapan pemisahan jenis material sejak dari awal dinilai sebagai metode paling efisien demi mempermudah alur daur ulang.
Pola kerja ini sekaligus mampu menekan pos biaya operasional penanganan limbah secara signifikan.
"Yang paling sederhana, yang paling kecil itu memilah. Karena dengan memilah, maka proses berikutnya akan sangat mudah untuk mengelola sampah," tutur Koswara.
Koswara mengungkapkan sejumlah pelaku usaha hotel dan restoran di Bali telah membuktikan keberhasilan sistem ini lewat kemitraan bersama TPS 3R dan pelaku industri daur ulang.
Pola kerja sama tersebut terbukti berhasil mereduksi volume buangan hingga menyisakan 25 persen sampah saja yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Efisiensi teknologi pengolahan modern saat ini dinilai sangat bergantung pada tingkat kebersihan material awal yang masuk ke sistem.
Pemilahan yang buruk di hulu memaksa penggunaan teknologi yang jauh lebih rumit dan memicu pembengkakan investasi finansial.
Meskipun industri hilir hilirisasi plastik nasional telah mampu mengapalkan produk daur ulang bernilai tinggi ke pasar ekspor, daya serap mesin tidak akan optimal tanpa dukungan pemilahan dari masyarakat.
Oleh karena itu, KKP menetapkan mitigasi preventif di darat sebagai prioritas utama dibanding melakukan pembersihan di area perairan.
"Kalau sudah masuk ke laut itu susah, biayanya tinggi untuk mengambilnya kembali dan pasti sudah mempengaruhi ekosistem.
>>> KPK Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Makanya strategi kita di dalam mengelola sampah supaya tidak masuk ke laut dilakukan dengan pencegahan," pungkas Koswara.
Update Terbaru
Anne Hathaway Alami Katarak Dini, Buka Kesadaran Publik
Sabtu / 13-06-2026, 16:16 WIB
Brasil Hadapi Maroko di Grup C Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:12 WIB
Jadwal Lengkap MotoGP Catalunya 15-17 Mei 2026, Seri Keenam Balap Motor Dunia
Sabtu / 13-06-2026, 16:09 WIB
Timnas Indonesia U-19 Bidik Medali Perunggu Piala AFF U-19 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Alumni LPDP Rosi Setyo Nugroho: Kejujuran Kunci Sukses Wawancara Beasiswa
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Pengguna Motor Listrik di Bekasi Mulai Beralih ke Baterai Pribadi
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Bapanas Gandeng Satgas Pangan Tindak Pedagang Beras Nakal
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
IHSG Melonjak 7,38 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 10.524 Triliun
Sabtu / 13-06-2026, 16:08 WIB
Fenomena Pengguna Motor Listrik Beralih ke Baterai Pribadi
Sabtu / 13-06-2026, 16:07 WIB
Empat Cara Menenangkan Sistem Saraf untuk Kurangi Stres
Sabtu / 13-06-2026, 16:07 WIB
Harga Komoditas Unggas Menguat Sepanjang Mei 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:07 WIB
Google Hadirkan Fitur Daily Brief untuk Ringkasan Harian di Gemini
Sabtu / 13-06-2026, 16:04 WIB
Penjualan Mobil LCGC Turun 23 Persen, Tergerus Mobil Listrik Murah
Sabtu / 13-06-2026, 16:04 WIB
Penjualan Mobil LCGC Turun 23 Persen, Tergerus Tren Mobil Listrik Murah
Sabtu / 13-06-2026, 16:02 WIB






