Kesadaran akan pengelolaan sampah berkelanjutan di kalangan generasi muda kembali mendapat dorongan melalui peluncuran kampanye Waste Wise Campus: Dari Kampus untuk Bumi.

Inisiatif ini digelar dalam rangka World Environment Day 2026 yang mengusung tema global Inspired by Nature. For Climate.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Australia di Semifinal Piala AFF

For Our Future.

Program kolaboratif ini melibatkan sejumlah pelaku industri, yakni Indofood, Nutrifood, Tetra Pak, Sido Muncul, dan Green Movement Indonesia.

Universitas Bakrie bertindak sebagai mitra kampus percontohan.

Talkshow Edukatif dan Kolaborasi Lintas Sektor

Rangkaian kegiatan diawali dengan talkshow edukatif bertema Membangun Kesadaran dan Kolaborasi Generasi Muda untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kampus Universitas Bakrie, Jakarta Selatan.

Forum ini menghadirkan akademisi, pelaku industri, dan komunitas untuk memperluas pemahaman mahasiswa terkait tantangan pengelolaan sampah di Indonesia sekaligus mendorong praktik pemilahan sampah dari sumber.

Head of Corporate Public Relations PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Andrew Ferdinand Hallatu menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan perilaku lingkungan.

"Perubahan hanya dapat tercipta melalui kontribusi nyata setiap elemen dalam ekosistem. Tantangan lingkungan membutuhkan sinergi positif antara industri, akademisi, komunitas, pemerintah, dan masyarakat.

Kampus bukan hanya tempat lahirnya gagasan, tetapi juga ruang membentuk kebiasaan yang berdampak luas," ujarnya.

>>> Purbaya Yudhi Sadewa: Kenaikan Harga Pertamax Minim Dampak Inflasi

Program ini juga sejalan dengan kebijakan penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber yang tengah didorong pemerintah daerah, termasuk Pemprov DKI Jakarta.

Pendekatan ini menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak awal sebagai fondasi sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Kaprodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie Ir Aqil Azizi MApplSc PhD IPM menilai kampus memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan.

"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Melalui kampanye ini, kami ingin membangun budaya peduli lingkungan dari kampus yang kemudian dapat meluas ke masyarakat," katanya.

Founder Green Movement Indonesia Tasya Kamila menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana.

"Memilah sampah mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kebiasaan kecil itulah perubahan besar dimulai.

>>> Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung

Ketika mahasiswa, kampus, industri, dan komunitas bergerak bersama, kita membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.