Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) di Indonesia mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi hanya mencapai 9.290 unit.

Angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang tahun 2026. Dibandingkan April 2026 yang mencapai 14.825 unit, terjadi penurunan sebesar 37,34 persen.

>>> IHSG Melemah ke Level 5.886 akibat Tekanan Saham Kapitalisasi Besar

Penurunan ini dipicu oleh penundaan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa stimulus untuk kendaraan roda empat dan roda dua listrik ditunda satu bulan dari jadwal awal Juni 2026.

"Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi," ujar Purbaya kepada wartawan pada Selasa (26/5).

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, juga mengakui faktor penundaan insentif dan pelemahan rupiah sebagai penyebab melemahnya penjualan. "Iya kan soal insentif yang ditunda, melemahnya rupiah, dan lain-lain," katanya.

>>> Timnas U19 Indonesia Incar Kemenangan Perdana Lawan Australia

Ketidakpastian regulasi membuat calon konsumen memilih sikap wait and see. Banyak pembeli potensial menunda transaksi demi mendapatkan harga terbaik saat insentif resmi berlaku.

Meskipun demikian, tren kendaraan listrik tetap positif.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total penjualan BEV mencapai 57.087 unit, tumbuh 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Saham Black Diamond Resources (COAL) Anjlok ARB Tiga Hari Beruntun

Dari total pasar mobil nasional sebanyak 359.015 unit, kendaraan listrik menguasai pangsa pasar 15,9 persen.