Saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) kembali anjlok 9,76% ke level Rp 37 per lembar pada Kamis (11/6/2026).

Penurunan ini membuat saham emiten batu bara tersebut menyentuh auto reject bawah (ARB).

>>> Iran dan AS Intensifkan Pembahasan Nota Kesepahaman

Ini merupakan hari ketiga berturut-turut saham COAL mengalami koreksi. Pada 9 Juni, saham melemah 10%, disusul penurunan 8,89% pada 10 Juni.

Penyebab Koreksi Saham COAL

Koreksi mendalam yang membuat saham COAL terperosok di bawah Rp 50 dipicu oleh kebijakan bursa.

Perusahaan resmi masuk papan pemantauan khusus full call auction (FCA) sejak 9 Juni dengan kriteria 3.

Kriteria 3 menunjukkan emiten tidak membukukan pendapatan atau tidak ada perubahan pendapatan pada laporan keuangan terbaru. Kondisi ini dinilai berdasarkan perbandingan dengan periode sebelumnya.

>>> Prudential Indonesia Siapkan Tiga Strategi Hadapi Penurunan Premi Asuransi

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, PT Black Diamond Resources Tbk tidak mencatatkan penjualan sama sekali. Selain itu, perusahaan membukukan rugi bersih Rp 8,23 miliar.

Kinerja keuangan awal tahun ini berbanding terbalik dengan periode sebelumnya. Pada kuartal I-2025, perusahaan masih mencatat penjualan Rp 126,5 miliar.

Aksi Jual oleh Pengendali

Di tengah penurunan kinerja, pemegang saham pengendali Sujaka Lays melakukan divestasi. Ia menjual sebagian besar kepemilikannya di perusahaan.

Porsi kepemilikan Sujaka Lays yang semula 30,60% kini menyusut drastis menjadi 8,68%.

>>> PANI Dorong Investor Cermati Saham Anak Usaha CBDK untuk Pendapatan Berulang

Transaksi penjualan dilakukan pada April dan Mei dengan rentang harga Rp 55 hingga Rp 60 per lembar.