Kendati mengutamakan modal sendiri, Lydia Tjio menyatakan pihaknya tetap membuka peluang untuk menerapkan kombinasi skema pembiayaan lain.

Opsi menerbitkan surat utang baru dengan tenor tertentu atau mencari pinjaman bank alternatif tetap masuk dalam pertimbangan jangka panjang.

"Tetapi untuk ada kombinasi daripada pembiayaan yang selain dari modal sendiri, tidak menutup kemungkinan untuk kami cari refinancing dari bank lain yang bisa memberikan penawaran yang lebih rendah dari yang ada, dan juga untuk obligasi.

Itu juga yang akan kami pertimbangkan tentunya," ujar Lydia Tjio.

Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, SMRA berhasil membukukan nilai penjualan sebesar Rp874 miliar lewat pemanfaatan insentif PPN DTP.

Sementara itu, target perolehan perseroan dari program insentif pajak tersebut dipatok mencapai Rp1,6 triliun hingga akhir tahun.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adi mengutarakan harapannya agar pemerintah bersedia melanjutkan kebijakan insentif PPN DTP ini.

Program tersebut dipandang tidak hanya menguntungkan korporasi, tetapi juga memberikan stimulus kemudahan bagi para konsumen properti.

"Saya katakan PPN DTP ini memang ini satu kebijakan yang sangat bagus. Dan rasanya kami masih butuh.

>>> Metrodata Electronics Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% di 2026

Bahwa memang ada satu upaya dari kami, kita harus akselerasi konstruksi supaya syarat itu terpenuhi," kata Adrianto Pitojo Adi.