PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10% pada tahun ini.

Target tersebut sejalan dengan proyeksi industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia yang diperkirakan tumbuh 0% hingga 10%.

>>> BCA Lanjutkan Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun

Sepanjang 2025, emiten distributor produk TIK ini mencatatkan pendapatan bersih Rp27,18 triliun. Angka itu naik 8,1% secara year on year (YoY).

Pada triwulan I/2026, pendapatan bersih MTDL mencapai Rp6,71 triliun. Realisasi itu melonjak 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tantangan Industri dan Strategi Perseroan

Manajemen menilai prospek industri IT pada 2026 bervariasi tergantung segmen pasar. Segmen consumer diproyeksikan tumbuh, terbukti dari pertumbuhan perseroan yang naik hingga 20%.

Namun, kenaikan tersebut tidak dalam kondisi stabil karena tekanan kenaikan harga komponen dan keterbatasan pasokan. Lonjakan harga komponen IT telah berlangsung sejak akhir 2025 akibat tingginya permintaan global.

Kenaikan harga komponen rata-rata mencapai 30%–40%, terutama untuk smartphone, PC, notebook, dan server. Kondisi ini diperberat oleh apresiasi dolar AS yang meningkatkan biaya impor produk IT.

>>> Pangdam Mandala Trikora Bantah Isu Penculikan Tokoh Adat Papua

Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, Metrodata melakukan penyesuaian portofolio produk. Langkah ini bertujuan menjaga daya saing dan menjamin ketersediaan komoditas di pasar.

Hingga kuartal I 2026, bisnis distribusi hardware masih mencatat pertumbuhan penjualan yang baik. Manajemen menyatakan belum ada dampak signifikan terhadap permintaan pelanggan.

Guna merealisasikan target pertumbuhan, MTDL mengucurkan belanja modal (capex) sebesar Rp610 miliar pada 2026. Realisasi hingga Mei 2026 mencapai Rp38 miliar.

Anggaran capex tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp330 miliar. Kenaikan tersebut dipicu oleh tingginya volume permintaan dan realisasi proyek baru.

>>> Nova Arianto Turunkan Mathew Baker dalam Susunan Pemain Timnas U19 Indonesia vs Australia

Rincian capex meliputi Rp600 miliar untuk aset rental IT dan Rp10 miliar untuk penguatan sistem IT. Perseroan optimistis target pertumbuhan pendapatan dapat tercapai.