Pemerintah masih menanti hasil perhitungan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kebutuhan riil alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil setelah evaluasi pelaksanaan sistemik program tersebut.

>>> Kemenhaj Minta Warga Waspadai Praktik Badal Haji Fiktif dengan Tarif Murah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa penataan ulang anggaran dilakukan untuk mengikuti arah kebijakan yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

"Kami ikuti keputusan Bapak Presiden," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pembahasan mengenai potensi penurunan pagu anggaran telah berlangsung di internal pemerintahan. Namun, angka pasti penyesuaian finansial masih menunggu laporan resmi dari Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.

"Nanti kita tunggu dari Bu Nanik seperti apa," kata Purbaya.

Pagu Awal dan Realisasi Anggaran

Sebelumnya, pagu awal program MBG untuk tahun anggaran 2026 telah turun dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

>>> Metrodata Electronics Targetkan Pendapatan Tumbuh 10% di 2026

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyerapan dana hingga Mei 2026 mencapai Rp 88,15 triliun, naik sekitar 17,53% dari posisi April 2026 yang sebesar Rp 75 triliun.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meluruskan pandangan publik dengan menegaskan bahwa proses yang berjalan merupakan kalkulasi berbasis kebutuhan nyata.

"Bukan pemangkasan, tetapi dari hasil perhitungan kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," ujarnya.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri menambahkan bahwa pengelolaan fiskal yang efisien sangat penting untuk membangun sentimen positif di mata investor global.

>>> BCA Lanjutkan Buyback Saham Maksimal Rp5 Triliun

"Salah satunya adalah langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran termasuk salah satu diantaranya di dalam kaitan dengan MBG," kata Chatib.