Kementerian Kesehatan RI memberikan klarifikasi terkait tuduhan bahwa peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6/2026) hanya bersifat seremonial.

Narasi negatif yang viral di media sosial menyoroti belum siapnya fasilitas kesehatan tersebut saat diresmikan. Kritik publik mencuat setelah adanya dialog terkait keterbatasan alat kesehatan di lokasi tersebut.

>>> IHSG Anjlok 1,91 Persen ke 5.789, Tertekan Data Ritel dan Konflik Iran

Presiden Prabowo Subianto awalnya mempertanyakan kelengkapan fasilitas medis yang krusial di rumah sakit baru itu kepada jajaran menteri terkait.

"MRI ada? Ada MRI?"

tanya Prabowo.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alokasi alat pemindai yang disesuaikan dengan anggaran dan skala wilayah. "Kita pasangnya CT Scan, Pak.

Kalau MRI karena harganya Rp 20-an miliar, Pak, kalau CT Scan tuh harganya masih Rp 9 miliar, kita taruhnya di provinsi.

Untuk jantung kita pakai Cathlab," jawab Budi.

Menteri Kesehatan menambahkan bahwa kendala logistik menjadi penyebab beberapa perlengkapan medis belum tiba di gedung baru tersebut. "Cathlabnya ada, Pak.

>>> IHSG Menguat ke 5.902, BBCA Jadi Motor Utama

Cuma sedang on the way, Pak. Mohon maaf nih, ini perbaikan saya.

Gedungnya jadi, baru diorder. Saya harusnya gedung sebelum jadi sudah diorder," aku Budi.

Menanggapi kegaduhan ini, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Azhar Jaya mengonfirmasi bahwa operasional medis sebenarnya sudah berjalan di fasilitas kesehatan tersebut.

"Jadi untuk kita kirim cath lab ruangannya kan harus uji kelayakan dulu lewat BAPETEN ini bocor atau tidak, nah ini kan perlu waktu dan memang nggak bisa cepat," jelas Azhar.

Pemerintah memutuskan untuk mengoperasikan RSUD lebih awal demi memotong waktu tempuh warga yang sebelumnya harus melakukan perjalanan hingga 7 jam untuk berobat.

"Masyarakat itu senang banget, dapat RS bagus, pelayanan bagus, mereka tuh pengen segera memanfaatkan. Sementara kalau nunggu ini butuh waktu tiga sampai empat bulan lagi," tegas Azhar.

>>> Kedutaan Besar AS Rilis Peringatan Perjalanan ke Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Pihak kementerian memastikan bahwa izin pemakaian alat canggih lainnya sedang diproses secara bertahap demi keselamatan pasien.