Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 112,97 poin atau 1,91 persen ke level 5.789 pada penutupan perdagangan Sesi I di Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/6/2026).

Pelemahan ini dipengaruhi sentimen negatif dari dalam negeri dan global.

>>> IHSG Menguat ke 5.902, BBCA Jadi Motor Utama

Nilai tukar rupiah ikut tertekan 0,12 persen ke posisi Rp17.974 per dolar AS, sementara Indeks LQ45 turun 1,85 persen ke level 578,59.

Data perdagangan hingga pukul 12.30 WIB mencatat nilai transaksi Rp12,67 triliun dengan volume 22,25 miliar saham melalui 1,53 juta kali frekuensi.

Pergerakan indeks sepanjang pagi hingga siang sangat fluktuatif, dengan level tertinggi 6.010 dan terendah 5.788.

Sebanyak 500 saham melemah, 185 saham menguat, dan 128 saham stagnan.

Sektor Barang Baku Paling Tertekan

Sektor barang baku menjadi penekan utama setelah merosot 6,26 persen.

Disusul sektor energi yang turun 3,16 persen dan sektor transportasi melemah 2,93 persen.

>>> Kedutaan Besar AS Rilis Peringatan Perjalanan ke Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Beberapa emiten barang baku terkoreksi dalam, seperti PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 12,8 persen, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 10,2 persen, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 9,6 persen.

Dari dalam negeri, aksi jual investor dipicu laporan Bank Indonesia mengenai Indeks Penjualan Riil April 2026 yang turun 3,7 persen secara tahunan ke level 226,9.

Realisasi tersebut menjadi yang terendah sejak Mei 2023.

Secara bulanan, penjualan ritel terkontraksi 11,6 persen setelah tumbuh 10,3 persen pada Maret.

Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 juga merosot ke level 120,9 dari 123, terendah sejak September 2025.

>>> Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa, Gaji di Atas UMR?

Dari global, sentimen negatif datang dari Timur Tengah setelah militer Iran memerintahkan penutupan total Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak dan komersial akibat serangan lanjutan Amerika Serikat.