IHSG Anjlok 1,91 Persen pada Sesi I, Sektor Barang Baku Pimpin Pelemahan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan sesi I, Kamis (11/6/2026).
Indeks merosot 112,97 poin atau setara 1,91% ke level 5.789,39.
>>> Google Rilis DiffusionGemma, Model AI Open Source dengan Generasi Teks 4x Lebih Cepat
Sepanjang paruh pertama perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 5.788 hingga 6.010.
Volume perdagangan tercatat 22,25 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 12,67 triliun dan frekuensi 1.530.107 kali.
Kondisi pasar didominasi koreksi massal. Sebanyak 500 saham ditutup melemah, sementara 185 saham menguat dan 128 saham stagnan.
Pelemahan juga berdampak pada saham unggulan. Indeks LQ45 ikut terkoreksi sebesar 1,85%.
Sektor Barang Baku Pimpin Pelemahan
Hampir seluruh sektor saham bergerak ke zona merah. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 5,79%.
Sektor energi merosot 3,03% dan sektor transportasi turun 2,5%. Sektor perindustrian terpangkas 2,529% serta sektor infrastruktur melemah 1,96%.
Dua sektor mampu bertahan di zona hijau. Sektor keuangan menguat tipis 0,15% dan sektor teknologi naik 0,11%.
>>> Apindo Khawatirkan Monopsoni dalam Ekspor SDA Akibat PP No. 24/2026
Empat Saham Capai Batas ARA
Di tengah kejatuhan indeks, beberapa saham justru mencatat keuntungan maksimal hingga terkena auto rejection atas (ARA).
PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) memimpin top gainers setelah melesat 34,67% menjadi Rp 202.
PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) melejit 25% ke Rp 1.300.
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) melonjak 24,4% menjadi Rp 1.555, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) naik 20% ke Rp 11.700.
Sebaliknya, dua saham jatuh hingga batas auto rejection bawah (ARB).
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) ambles 14,18% ke Rp 1.785 dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 14,02% ke Rp 460.
Pergerakan Bursa Saham Asia
Koreksi IHSG sejalan dengan mayoritas indeks saham Asia yang juga memerah. Indeks Nikkei Jepang melemah tipis 0,02%.
>>> Trump Perketat Visa Suporter 9 Negara Jelang Piala Dunia 2026
Indeks Shanghai China merosot 0,51% dan Hang Seng Hong Kong terpangkas 1,15%. Sementara itu, Straits Times Singapura mampu menguat tipis 0,03%.
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







