Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperketat pemberian izin masuk visa bagi suporter dari sembilan negara menjelang Piala Dunia 2026.

Kebijakan ini diumumkan pada Rabu (10/6/2026) di Washington.

>>> IHSG Ditutup Melemah, Seluruh Sektor Saham Terkoreksi

Langkah pengetatan tersebut diambil untuk mencegah hal-hal buruk selama turnamen berlangsung. Namun, kebijakan ini memicu kritik karena dianggap mempersulit pencinta sepak bola untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.

Dilansir dari Detik Sport, pembatasan visa berdampak pada penolakan sekitar 40 persen suporter dari Senegal, Ghana, RD Kongo, Yordania, Cape Verde, Uzbekistan, Aljazair, dan Mesir.

Selain itu, fotografer Timnas Irak dan pendukung asal Haiti yang masuk daftar hitam juga dilarang memasuki wilayah AS.

Penolakan ini membuat suporter Haiti kehilangan momen mendukung tim nasional mereka yang baru kembali lolos ke Piala Dunia setelah 52 tahun.

Aturan ketat juga berlaku bagi Timnas Iran yang tidak diizinkan menetap di AS selama turnamen.

>>> Huawei Uji Coba Smartphone Flagship Layar Lebar Non-Lipat

Akibatnya, skuad Iran harus tinggal di Meksiko dan melakukan perjalanan pulang-pergi setiap kali melakoni pertandingan di salah satu dari 11 kota penyelenggara di AS.

Saat ditanya awak media di ruang oval Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa jajarannya berupaya keras menyaring para pelancong.

"Kami terus bekerja keras akan hal itu supaya memastikan mereka yang datang ke sini adalah right people," jelasnya.

Kendati menuai kritik, Trump justru mengklaim bahwa pelaksanaan turnamen sepak bola akbar di negaranya telah mencapai kesuksesan besar.

"Ini adalah Piala Dunia terbaik yang pernah ada, tiketnya terjual banyak dengan cepat," klaimnya.

>>> Sinar Mas Land Bangun Dairyland, Destinasi Wisata Peternakan di BSD City

Trump juga menambahkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menyebut ini sebagai Piala Dunia tersukses.