Google Rilis DiffusionGemma, Model AI Open Source dengan Generasi Teks 4x Lebih Cepat
Google resmi memperkenalkan DiffusionGemma, sebuah model kecerdasan buatan (AI) open-weight eksperimental yang menggunakan pendekatan difusi untuk menghasilkan teks.
Model dengan 26 miliar parameter dan arsitektur Mixture-of-Experts (MoE) ini dirilis di bawah lisensi Apache 2.0.
>>> Apindo Khawatirkan Monopsoni dalam Ekspor SDA Akibat PP No. 24/2026
Berbeda dengan model bahasa besar (LLM) autoregresif tradisional yang menghasilkan teks token demi token secara sekuensial, DiffusionGemma mampu menghasilkan dan menyempurnakan blok teks secara simultan.
Pendekatan Difusi untuk Generasi Teks Paralel
DiffusionGemma menggunakan metode difusi yang memulai proses dengan token placeholder acak, lalu secara bertahap memperbaikinya melalui beberapa langkah denoising hingga menghasilkan teks akhir.
Proses ini mirip dengan cara generator gambar berbasis difusi mengubah noise visual menjadi gambar jadi.
Karena semua token dapat saling berhubungan melalui perhatian dua arah (bi-directional attention), model ini sangat cocok untuk tugas seperti pengeditan inline, pengisian kode, grafik matematika, sekuens asam amino, dan beban kerja generasi teks non-linear lainnya.
Proses penyempurnaan iteratif memungkinkan model mengevaluasi seluruh blok teks sekaligus, membantu memperbaiki kesalahan selama generasi dan memungkinkan perilaku seperti menutup struktur markdown kompleks dengan benar serta menghasilkan kode secara near real-time.
Kinerja dan Kebutuhan Perangkat Keras
DiffusionGemma dibangun sebagai model MoE 26B yang hanya mengaktifkan 3,8 miliar parameter selama inferensi.
Ketika dikuantisasi, model ini dapat muat dalam sekitar 18GB VRAM, memungkinkannya berjalan di GPU konsumen kelas atas.
Google dan NVIDIA menyatakan bahwa model ini menggeser generasi teks dari hambatan bandwidth memori menjadi beban kerja komputasi intensif, memungkinkan pemanfaatan GPU modern, Tensor Cores, dan optimasi CUDA yang lebih baik.
Update Terbaru
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Strategi Politik Jokowi: Karpet Merah untuk Gibran dan Transformasi Kaesang
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB







