Keuntungan Google Tampak Menakutkan di Balik Layar
Kekhawatiran akan pecahnya gelembung AI semakin meningkat, dan Google menjadi salah satu tolok ukur sentimen investor terhadap AI.
Induk perusahaan Google, Alphabet, merilis laporan laba kuartalannya pada Rabu lalu.
>>> Fans Star Wars Bagikan Momen yang Sering Salah Diingat
Secara permukaan, ada banyak alasan untuk merayakan: laba perusahaan melonjak hingga $112 miliar, empat kali lipat dari hampir $25 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun di balik laba besar itu, terdapat pola yang sudah dikenal: pergerakan keuangan melingkar yang memicu narasi gelembung AI.
Menurut New York Times, sebagian besar keuntungan Google—tepatnya $99 miliar—bukan berasal dari pendapatan AI atau layanan lain, melainkan dari investasi besar Alphabet di perusahaan teknologi lain.
Alphabet mengaitkan laba besar itu dengan investasi di perusahaan yang juga mengejar keuntungan AI, seperti SpaceX milik Elon Musk dan Anthropic, perusahaan di balik chatbot Claude.
Dengan kata lain, ini kabar keuangan yang bagus—sampai pasar AI jatuh, yang akan membuat semuanya runtuh.
Dalam pernyataan laba, CEO Alphabet Sundar Pichai menyatakan bahwa investasi AI Google mendefinisikan ulang kemungkinan di setiap bagian bisnis.
>>> Game Jump+ Jumble Rush Tutup Layanan pada 17 September
Di bawah permukaan hijau itu, terdapat lautan merah. Selain pendapatan yang mengesankan, Google menaikkan perkiraan belanja modal 2026 dari $180-190 miliar menjadi $195-205 miliar.
Argumennya, perusahaan perlu mengeluarkan lebih banyak untuk keluar dari hambatan komputasi, yang akan membuka laba lebih tinggi tahun depan.
CFO Alphabet Anat Ashkenazi mengatakan kepada investor bahwa angka itu akan meningkat signifikan pada 2027.
Pada saat yang sama, Alphabet mencatat arus kas bebas negatif untuk pertama kalinya sebagai perusahaan publik, artinya kas aktual yang dihasilkan setelah biaya operasional dan belanja modal lebih buruk dari nol.
Revisi perkiraan itu, ditambah arus kas yang kering, membuat investor terkejut. Pada Kamis, sehari setelah laporan laba, saham Alphabet turun 6,89 persen.
>>> Panduan Senjata Terbaik Free Fire untuk Setiap Jarak
Ini mungkin bukti bahwa laba besar di atas kertas tidak lagi cukup untuk menjaga investor tetap tertarik pada tahap gelembung AI ini.
Update Terbaru
Guru Les di Tangerang Jadi Tersangka Pelecehan, Korban Capai 29 Anak
Jumat / 24-07-2026, 22:08 WIB
Kisah Veronika Gabung PNM Mekaar, Menolak Menyerah demi Anak
Jumat / 24-07-2026, 22:07 WIB
Lee Junho Jadi Naga dalam Drama Fantasi Romantis Terbaru bersama Hong Hwayeon
Jumat / 24-07-2026, 22:05 WIB
Wali Kota New York Mamdani Terima Ancaman Pembunuhan karena Dukung Gaza
Jumat / 24-07-2026, 22:04 WIB
Hasil Piala AFF: Gol Dramatis Injury Time, Singapura Gebuk Kamboja 2-1
Jumat / 24-07-2026, 22:04 WIB
Genesis Masih Pertimbangkan Hadirkan Pickup Mewah, Tapi Pasar Masih Niche
Jumat / 24-07-2026, 22:00 WIB
Hasil AVC Cup: Hajar Filipina, Timnas Voli Indonesia ke Semifinal
Jumat / 24-07-2026, 21:59 WIB
DVI Identifikasi Satu Korban KM Nurul Salsal, Total 3 Jenazah Dikenali
Jumat / 24-07-2026, 21:59 WIB
Gubernur Kalteng Resmikan Huma Betang, Simbol Pelestarian Budaya Dayak
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Pesan Erick Thohir usai Bertemu Kiper Cape Verde Vozinha
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Pertamina Perkuat Fondasi HSSE untuk Jaga Bisnis dan Ketahanan Energi
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Polisi Ungkap Motif Pengeroyokan Prajurit TNI di Tangerang Gegara Antre Sate Taichan
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Pengembang Burgie's Cozy Kitchen: 99% Pemain Adalah Pembajak
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB
Open Beta Marvel Tokon: Fighting Souls Terganggu Gangguan PSN, Developer Selidiki
Jumat / 24-07-2026, 21:57 WIB







