Polisi mengungkap motif di balik pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seorang prajurit TNI AD berinisial ABS di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa itu dipicu oleh perselisihan saat mengantre sate taichan.

>>> Pengembang Burgie's Cozy Kitchen: 99% Pemain Adalah Pembajak

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan keributan bermula ketika para pelaku memesan empat porsi sate taichan di sebuah gerai.

Korban yang merupakan pelanggan tetap kemudian terlibat adu mulut dengan mereka soal urutan antrean.

Perdebatan semakin memanas setelah muncul persoalan mengenai jumlah tusuk sate dalam satu porsi. Cekcok itu kemudian memicu salah satu tersangka berinisial S melakukan pemukulan terhadap korban.

"Motifnya salah paham berawal karena rebutan antrean sate taichan, cekcok dan tersangka S memukul korban lebih dulu," kata Wira kepada wartawan, Jumat (24/7).

>>> Open Beta Marvel Tokon: Fighting Souls Terganggu Gangguan PSN, Developer Selidiki

Tersangka Bertambah

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan korban dan penjual sate taichan yang menyaksikan peristiwa tersebut. Dalam perkembangan penyidikan, jumlah tersangka bertambah dari empat menjadi tujuh orang.

Tiga orang yang sebelumnya berstatus saksi kini ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan gelar perkara.

Wira mengatakan penetapan status itu dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 458, Pasal 262, dan Pasal 466 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman sesuai peran masing-masing.

>>> Trailer Xenoblade Chronicles 2 Switch 2 Edition Tampilkan 4K, Blade Baru, dan Mode Merc Assault

Sebelumnya, jasad prajurit ABS ditemukan di kawasan Kelapa Dua pada Minggu (19/7).