"Jika kamu tidak sering buang air kecil, itu pertanda lain bahwa kamu tidak mendapatkan cukup cairan sepanjang hari," tutur Self.

Penyebab Rasa Haus Berkelanjutan

Terdapat beberapa alasan medis yang memicu rasa haus berkepanjangan walau sudah minum banyak air.

Pemicu pertama adalah ketidakseimbangan elektrolit.

Minum banyak air tanpa diimbangi konsumsi buah dan sayur dapat menyebabkan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium, dan klorida ikut terbuang.

"Tubuh kita memicu respons haus, yang menyebabkan kita minum lebih banyak air dan menyebabkan pengenceran elektrolit lebih lanjut," jelas Self.

>>> Cara Membuat SIM Digital Lewat Aplikasi Korlantas Polri, Mudah dan Cepat

Faktor kedua berkaitan dengan produksi keringat berlebih. Saat berkeringat, tubuh kehilangan cairan sekaligus elektrolit.

Minum air putih biasa tanpa pengganti elektrolit justru dapat menguras lebih banyak elektrolit tersisa.

Pemicu ketiga adalah salah mengartikan rasa lapar. Sensasi lapar terkadang menyerupai indikasi dehidrasi, salah satunya memicu kondisi mudah marah.

Gejala ini kerap dialami oleh orang dengan kadar gula darah tidak stabil.

Proses penyerapan cairan oleh tubuh juga membutuhkan waktu sehingga rasa haus tidak langsung hilang.

"Setelah minum air, cairan pada awalnya memasuki sistem peredaran darah lalu menyebar ke jaringan tubuh lain, yang akan menurunkan kandungan cairan dalam sirkulasi darah," kata dr. Anegawa.

"Jadi, meskipun kamu minum air dalam jumlah besar, mungkin diperlukan lebih banyak air untuk memastikan rehidrasi yang tepat," sambung dia.

Selain itu, konsumsi obat diuretik secara rutin juga menjadi penyebab lain. Obat ini bekerja membuang garam dan air dari tubuh, sehingga berisiko memicu kekurangan cairan serta elektrolit penting.

Langkah Tepat Meningkatkan Hidrasi Tubuh