Memenuhi kebutuhan cairan sangat penting untuk mendukung fungsi organ tubuh dan menghindari dehidrasi. Namun, seseorang terkadang tetap merasa kehausan meskipun telah mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup banyak.

Fenomena ini merupakan hal yang lumrah terjadi.

>>> Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas Jakarta Pusat Imbas Tiga Unjuk Rasa

Munculnya rasa haus yang terus-menerus dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kebutuhan alami hingga adanya ketidakseimbangan pada fungsi tubuh.

"Air di tubuh membantu fungsi peredaran darah, pembuangan limbah, pengaturan suhu tubuh, serta hormon dan molekul sinyal yang dibutuhkan oleh sistem saraf diproduksi," jelas dokter di platform kesehatan virtual PlushCare, Linda Anegawa, mengutip Byrdie.

Spesialis penyakit dalam dr. Dana Cohen menambahkan bahwa menjaga kecukupan cairan menjadi bagian paling krusial guna menghindari risiko penyakit kronis.

Setiap orang memerlukan takaran cairan yang berbeda-beda. Sebagai gambaran, individu dengan berat badan 63 kilogram dianjurkan minum air sekitar dua liter setiap hari.

Standar jumlah tersebut tetap bergantung pada beberapa kondisi, seperti pola makan, konsumsi obat-obatan, situasi lingkungan, paparan racun, hingga tingkat aktivitas fisik.

Asupan cairan tidak hanya diperoleh dari air minum. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang memiliki kadar air tinggi juga dinilai sangat efektif.

"Jika kamu mengonsumsi lima hingga tujuh porsi sayuran yang disarankan setiap hari, kamu mungkin bisa memenuhi sekitar 75 persen air yang disarankan untuk berat badan, dan terhidrasi dengan baik," kata ahli diet dan nutrisi berlisensi, Caitlin Self.

Ketika tubuh kekurangan cairan, muncul beberapa gejala seperti sakit kepala, lelah, kulit kering, sembelit, badan kaku, rambut rapuh, warna urine gelap, hingga kram otot.